Bogor, Pakuan Pos – Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka siap menggelar pencanangan “Kampung Literasi Sukaluyu” dan “Festival Literasi Gunung Salak (FLGS) #4” di Desa Sukaluyu Kaki Gunung Salak Bogor pada Minggu, 14 November 2021. (15/11/2020). Rencananya, kegiatan literasi tahunan dalam rangka HUT TBM Lentera Pustaka ini akan dibuka ole Ade Yasin, Bupati Bogor dan pejabat Direktorat PMPK Kemdikbudristek RI dan Forum TBM dengan menerapkan protokol Kesehatan yang ketat.

Selain pencanangan “Kampung Literasi Sukaluyu”, Festival Literasi Gunung Salak #4 bertujuan untuk mewujudkan kawasan giat membaca berbasis inklusi sosial. Aktivitas literasi di taman bacaan sebagai sentra pemberdayaan masyarakat, di samping realisasi peran taman bacana dalam menekan angka putus sekolah, pemberantasan buta aksara, dan kegemaran membaca di masyarakat di tengah gempuran era digtal. Menariknya, FLGS tahun 2021 ini pun dimeriahkan dengan penampilan 5 grup band sebagai “bintang tamu”, seperti Beat 88, EmpatSore, KMJ Band, Relawan Band, dan Beatles Gn. Salak Band.

“Pencanangan Kampung Literasi Sukaluyu dan Festival Literasi Gunung Salak ke-4 ini digelar sebagai simbol tegaknya tradisi baca dan budaya literasi di kalangan anak-anak dan masyarakat. Sebagai bukti taman bacaan dan literasi mampu membangun peradaban masyarakat pedesaan dan gerakan literasi. Tidak kurang 250 orang pengguna layanan TBM Lentera Pustaka akan hadir di acara ini. Semoga berjalan lancar dan bisa menggaungkan pentingnya taman bacaan di masyarakat” ujar Syarifudin Yunus, Pendiri TBM Lentera Pustaka sekaligus Pegiat Literasi Indonesia dalam rilisnya (7/11/2021).

Berbagai sajian ditampilkan dalam pencanangan Kampung Literasi Sukaluyu dan FLGS 2021, antara lain: 1) Syukuran dan Renungan Lentera pada 13 November 2021, 2) Kampanye Ayo Baca, 3) Peresmian 3 Pojok Baca, 4) Angklungan Anak TBM, 5) Tari Kreasi Anak TBM, Senam Literasi, 6) Anugerah Pembaca dan Relawan Terbaik tahun 2021, dan 7) Pembacaan Puisi.

Patut diketahui, TBM Lentera Pustaka yang terletak di Desa Sukaluyu Kaki Gunung Salak, sejak berdiri tahun 2017 lalu, hanya jadi tempat membaca 14 anak. Tapi kini TBM Lentera Pustaka telah mengelola 12 program literasi speerti: 1) TABA (TAman BAcaan) dengan 160 anak pembaca aktif dari 3 desa (Sukaluyu, tamansari, Sukajaya). Dengan waktu baca 3 kali seminggu, kini setiap anak mampu membaca 5-8 buku per minggu, 2) GEBERBURA (GErakan BERantas BUta aksaRA) yang diikuti 9 warga belajar buta huruf agarterbebas dari belenggu buta aksara, 3) KEPRA (Kelas PRAsekolah) dengan 26 anak usia prasekolah, 4) YABI (YAtim BInaan) dengan 14 anak yatim yang disantuni dan 4 diantaranya dibeasiswai, 5) JOMBI (JOMpo BInaan) dengan 8 jompo usia lanjut, 6) TBM Ramah Difabel dengan 3 anak difabel, 7) KOPERASI LENTERA dengan 28 ibu-ibu anggota koperasi simpan pinjam agar terhindar dari jeratan rentenir dan utang berbunga tinggi, 8) DonBuk (Donasi Buku), 9) RABU (RAjin menaBUng), 10) LITDIG (LITerasi DIGital) untuk mengenalkan cara internet sehat, 11) LITFIN (LITerasi FINansial), dan 12) LIDAB (LIterasi ADAb) untuk mengajarkan adab ke anak-anak seperti memberi salam, mencium tangan, berkata-kata santun, dan budaya antre. Tidak kurang dari 250 orang menjadi penerima layanan literasi TBM Lentera Pustaka setiap minggunya.

TBM Lentera Pustaka pun terpilih 1 dari 30 TBM di Indonesia yang menggelar program “Kampung Literasi Sukaluyu” yang diinisiasi Direktorat PMPK Kemdikbudristek RI dan Forum TBM. Hal ini menyusul prestasi Pendiri TBM Lentera Pustaka yang meraih penghargaan “31 Wonderful People tahun 2021” kategori pegiat literasi dan pendiri taman bacaan dari Guardian Indonesia, di samping menjadi sosok inspiratif dalam “Spiritual Journey” salah satu BUMN di Indonesia pada Oktober 2021 lalu.

TBM Lentera Pustaka pun bertekad menjadi ujung tombak dalam menegakkan giat membaca dan budaya literasi masyarakat secara konsisten dengan melakukan aktivitas literasi yang kreatif dan menyenangkan di taman bacaan. Melalui model “TBM Edutainment” yang digagas pendiri TBM Lentera Pustaka, terbukti taman bacaan bukan hanya sebagai tempat membaca dan Gudang buku. Tapi mampu menjadi sentra pemberdayaan masyarakat yang efektif dan berdaya guna. Karena tanpa baca, siapa pun akan merana. Salam literasi. (PR/red)