Kemang, Pakuan pos – Festival Desa 2019 hari ini, Rabu (31/7/2019) resmi diselenggarakan di Joglo Keadilan, Jalan Parakan Salak. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka merespon UU Desa Nomor 6 Tahun 2014 dan memenuhi mandat dari Ratifikasi Konvensi Hak Penyandang Disabilitas dengan UU nomor 19 Tahun 2011.

Adapun inisiator terselenggaranya acara ini yaitu dari enam Organisasi Masyarakat Sipil yang terhimpun dalam Forum CSO (Civil Society Organization) untuk Penguatan Masyarakat Desa Kabupaten Bogor akan melakukan promosi.

Forum CSO yang menghimpun Yayasan satu Keadilan (YSK), Metamorfosis, Relawan Kesehatan Masyarakat (REKAM), Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Ika (ANBTI), Yayasan PEKA Indonesia (YPI) Jaringan Radio Komunitas (JRK) Jawa Barat melalui kerjasama kemitraan dengan Search For Common Ground (SFCG), Perkumpulan IDEA dan didukung oleh Uni Eropa telah melakukan serangkaian kegiatan di 12 desa (Pondok Udik, Antajaya, Cibentang, Ciseeng, Cimanggis, Waringinjaya, Rawapanjang, Susukan, Sasakpanjang, Nanggerang) di 4 (empat) Kecamatan (Kemang, Bojonggede, Tanjungsari dan Ciseeng) Kabupaten Bogor.

Direktur Metamorforsis dan ketua relawan kesehatan masyarakat, Sophia menjelaskan bahwa kegiatan yang diselenggarakan kali ini merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan desa yang lebih baik.

“Jadi tema hari ini adalah bagaimana masyarakat pemerintah bersama-sama bersinergi untuk menginisiasi Desa damai, inklusi dan partisipatif. Harapannya sinergitas ini bisa benar-benar terwujud di dalam kehidupan yang nyata melalui desa-desa yang ada di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Sementara itu, Syamsul Alam Agus, salah satu anggota Forum CSO untuk Penguatan Masyarakat Desa Kabupaten Bogor mengatakan, program penguatan kelembagaan desa yang telah dilakukan oleh sejumalah CSO tersebut bertujuan untuk memastikan konsep dan perencanaan pembangunan di desa dapat melibatkan masyarakat berpartisipasi seluas-luasnya, terkhusus kepada mereka yang rentan mendapatkan diskriminasi karena konstruksi sosial dilingkungan masyarakat atau karena kapasitas pemerintahan desa-nya dalam perumusan program dan pengelolaan yang mengabaikan prinsip-prinsip utama yang terkandung dalam UU Desa.

Di puncak acara Festival Desa 2019 akan digelar panggung seni dan budaya masyarakat Bogor yang melibatan kelompok muda kreatif seni dan budaya dari Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Jakarta. Berbagai pentas seni komunitas akan digelar, diantaranya pertunjukan Barongsai, Qasidahan Warga Kemang, dan Pertujukan Musik dari Kelompok Disabilitas. (Bagus)

Sumber: engingengnews.com