Cijeruk, Pakuan pos – Paska longsor yang terjadi di Jalan lingkungan yang berada pada tebingan di Kampung Pasir Erih RT 02 RW 07, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (08/11/2020), pemerintah Pemerintah Desa Palasari lebih memilih bungkam bahkan tutup mata atas bencana yang dialami warganya.

Hal itu terbukti ketika awak media mendatang kantor Desa Palasari? Ternyata menurut staf desa kades dan sekdes sedang tidak ada ditempat. Namun anehnya ruangan kades tampak tertutup rapat dan terdengan suara obrolan yang diantaranya mirip dengan suara kades Iip.

lebih ironisnya lagi, saat kades dihubungi melaui pesawat telepon genggamnya malah tidak menjawab.

Sementara itu, Kaur Perencanaan Desa Palasari yang akrab sisapa mang bendot ketika dimintai keterangan malah menolak. “lebih baik wawancaranya langsung dengan kades atau sekdes saja pak”, jawabnya menolak secara halus.

seperti diberitakan sebelumnya, bencana longsor di Kampung Pasir Eurih RT 3 RW 7 itu terjadi malam sabtu kemarin. Selain hampir memutuskan akses jalan penghubung dua kampung, longsoran tanah itu juga hampir menimbun rumah warga yang berada persis dibawah tebingan yang longsor.

Mirisnya lagi, rumah warga yang berada persis dibawah tebingan longsor, kondisinya sangat memprihatinkan itu sangat sempit, terpencil, beralaskan tanah serta kumuh. Sementara bagian lain rumah menggunakan pecahan pecahan keramik yang dikumpulkan oleh mumuh dari bahan proyek yang tidak terpakai. Secara umum kondisi rumah itu masuk kategori rumah tidak layak huni yang tidak digubris oleh pemerintah desa Palasari. Bahkan tidak ada satu orang aparatpun yang meninjau ke lokasi bencana.

“Kam bersama keluarga sudah puluhan tahun tinggal di tanah milik pribadi keluarga kami. Bahkan keluarga kami ini pendukung kades Aip, tapi nyatanya setelah dia terpilih, kami bisa perasan air. Ketika airnya habis maka sebagai timbal jasa dari kades, kami yang sudah jadi sepah langsung dibuang begitu saja. Terimakasih banyak kami dan sekeluarga sampaikan kepada bapak kades Aip”, tandasnya. (R.Bhenz)