Cijeruk, Pakuan pos – Dua hari paska longsor yang menghantam Jalan lingkungan pada tebingan di Kampung Pasir Erih RT 02 RW 07, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (08/11/2020), hingga kini tidak ada perhatian sama sekali baik dari Pemerintah Desa Palasari maupun Pemerintah Kecamatan Cijeruk. Dalam bencana itu pemerintah terkesan masa bodoh dengan derita yang diderita warganya.

“Alhamdulillah pak, sampai hari ini tidak ada satupun orang desa maupun kecamatan yang meninjau ke lokasi bencana longsor di wilayah kami. Mungkin kami sudah tidak dianggap sebagai warganya”, imbuh warga Pasir Eurih yang enggan menyebutkan namanya, Selasa (10/11/2020)

Saat dikonfirmasi melalui pesawat teleponya, Aip, Kades Palasari sama sekali tidak memberikan tanggapan. Bahkan saat didatangi ke kantornya, staf desa melalui kaur perencanaan mengatakan bahwa kepala desa dan sekdes jarang ada ditempat.

“Kepala desa dan sekdes banyak kegiatan di luar pak. Jadi jarang ada di kantor”, ujar Kaur Perencanaan Desa Palasari, kemarin.

Sementara itu, Kaur Perencanaan Desa Palasari yang akrab disapa mang bendot ketika dimintai keterangan malah menolak. “lebih baik wawancaranya langsung dengan kades atau sekdes”, ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, bencana longsor di Kampung Pasir Eurih RT 3 RW 7 itu terjadi malam sabtu kemarin. Selain hampir memutuskan akses jalan penghubung dua kampung, longsoran tanah itu juga hampir menimbun rumah warga yang berada persis dibawah tebingan yang longsor.

Mirisnya lagi, rumah warga yang berada persis dibawah tebingan longsor, kondisinya sangat memprihatinkan. Selain sangat sempit, terpencil, beralaskan tanah serta kumuh. Sementara bagian lain rumah menggunakan pecahan pecahan kramik yang dikumpulkan oleh mumuh dari bahan proyek yang tidak terpakai. Secara umum kondisi rumah itu masuk kategori rumah tidak layak huni. Namun kondisi itu tidak digubris oleh pemerintah desa Palasari.

“Kami bersama keluarga sudah puluhan tahun tinggal di tanah milik pribadi keluarga kami. Bahkan keluarga kami ini pendukung kades Aip,tapi nyatanya setelah dia terpilih, kami tidak dianggap, ibaratnya habis manis sepah dibuang. Mungkin ini balasan terbaik yang menurut kepala desa pantas kami terima”, keluh Mumuh.

hingga berita ini diturunkan, pihak kecamatan dinas terkait belum bisa dimintai keterangan. (R. Bhenz)