Cijeruk, Pakuan pos – Tak tega menyaksikan korban bencana longsor di Kampung Pasir Eurih, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, Bogor, Jawa Barat, yang tidak digubris sedikitpun oleh pemerintah setempat, perhimpunan warga yang tergabung dalam wadah Silaturahmi Warga Bogor (SWB) yang dikomandoi Oleh Wildan Nugraha, terjun langsung meninjau kondisi di lokasi bencana.

Selain meninjau ke lokasi bencana, SWB juga memberikan bantuan kepada warga setempat yang selama puluhan tahun tinggal di rumah yang kondisinya sangat tidak layak huni dan nyaris ambruk.

“Kami sangat menyayangkan akan sikap kepala desa serta jajaran pemerintah laimya yang seolah tidak peduli dengan derita yang dialami warga yang terkena bencana. Padahal itu merupakan kewajiban mereka”, kritik Wildan.

Saat awak media untuk kesekian kalinya mendatangi kantor desa untuk dimintai keyerangan terkait cueknya pemerintah desa akan kondisi yang dialami warganya itu, ironisnya kepala desa maupun sekretaris desa masih saja mangkir dari tugasnya dan tidak berada di kantor. Sementara staf desa lainya ketika ditanya soal adanya bencana alam dan adanya rumah tidak layak huni warganya yang belum tersentuh bantuan, sikap mereka tetap datar seolah tidak ada beban.

Bahkan, sejumlah staf desa dengan santainya tanpa beban malah bermain tenis meja di aula kantor desa, tanpa menghiraukan awak media yang hendak menjalankan tugas pokoknya untuk meminta keterangan kepada pemerintah desa.

Itu kah sistem pelayanan pemerintahan desa yang layak diberikan kepada masyarakat. Pantaskah kepala Desa Palasari disebut sebagai panutan masyarakat? Silahkan pembaca nilai sendiri… (R. Bhenz)