Bulukumba, Pakuan pos – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas 2 Bulukumba mengadakan kegiatan Dirosa rutin yang bertempat di Masjid Lapas Bulukumba. Senin, (20/01/2020).

Dalam kegiatan Dirosa rutin yang diikuti oleh seluruh warga binaan kasus PP 99 pidana khusus ini, para pengajar berasal dari Lembaga Pembinaan Tim Al-Qur’an Yayasan Wahdah Islamiyah Bulukumba.

Dalam kegiatan ini, Asri, S.Sos selaku Staf Bimkemaswat memaparkan bahwa kegiatan Dirosa ini telah menjadi program asimilasi di Lapas kelas 2 Bulukumba yang menjadi salah satu syarat pengusulan pembebasan bersyarat sesuai PP 99.

“Diwajibkan memang, karena itu membantu nanti pengusulan pembebasan bersyarat. Tanpa itu tidak bisa, makanya kita kerjasama dengan pihak kedua, artinya ini asimilasi kedalam. Kalau kita, tidak bisa. Kayak yang 5 tahun ke atas yang diatur PP 99, tidak bisa mengusulkan pembebasan bersyarat kalau tidak ada pihak kedua yang programi, program asimilasi itu,” paparnya.

Dalam hal pencapaian, kegiatan yang sudah berlangsung sejak tahun 2018 ini, Kasubsi Bimkemaswat Abdul Rahman, S.Sos, menuturkan bahwa kegiatan ini telah menampakkan hasil yang sangat baik.

“Banyak pintar menghafal, banyak keluaran disini sudah bisa jadi imam dikampungnya sendiri, makanya kita doakan supaya ada perubahan ada yg tidak tahu waktu diluar dan setelah masuk disini tahu, baru keluar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ia menutup dengan harapan agar warga binaan bisa menunjukkan hasil dimasyarakat agar masyarakat tidak lagi berfikir bahwa lapas itu tempat yang seram.

“Harapan saya, semua warga binaan disini bisa paham semua dan mengajarkannya. Bisa memperkenalkan bagaimana sebenarnya lapas itu, diluar itu kan masih banyak sekarang berfikir bahwa dilapas itu angker padahal kan tidak, di lapas sekarang itu pembinaan,” tutupnya. (Fadli)