Warga Ancam Demo, Minta Jalur Truk Pasir Proyek Reklamasi Pantai Dadap Dialihkan

0
494

Jakarta, News Warta PublikWarga Tegal Alur- Kalideres, Jakbar, khususnya warga RW 01, RW 08 dan RW 12 keluhkan aktifitas truk tanah yang melintas di jalan Kapuk Kamal, dari arah Cengkareng menuju lokasi reklamasi Pantai Dadap, Tangerang, Banten.

Sebelumnya pada Selasa (14/8) dini hari, warga sempat melakukan aksi dengan menghadang truk tanah untuk menghentikan aktifitas. Pasalnya, adanya kegiatan aktifitas truk tanah tersebut membuat warga masyarakat dilingkungan Kapuk Kamal resah.

Pada Selasa dini hari (14/8) sebuah truk terperosok, diduga beton di depan rumah warga amblas akibat tidak kuat menahan beban truk bermuatan tanah hingga truk terguling. Dan belum lama juga ada korban jiwa akibat terlindas truk tanah.

Dikatakan Hendra warga sekitar, selain dianggap merusak jalan, truk tanah yang melintas di wilayah itu juga membuat jalan menjadi berdebu dan licin saat hujan.

“Jalan ini adalah jalur pemukiman padat penduduk, jam operasional truk tanah sudah melewati batas dan sangat merugikan serta mengancam keselamatan jiwa,” ujarnya, Rabu (15/8).

Sementara itu LMK RW 01 Tegal Alur, Hj. Tommy menyampaikan, dalam hal ini warga mengajukan keberatan atas melintasnya mobil truk tanah disepanjang jalan Kapuk Kamal.

Adapun warga mengajukan keberatan dengan alasan:

1. Setiap hari disepanjang jalan Kapuk Kamal baik di jam pergi maupun pulang anak anak sekolah serta orang bekerja selalu macet parah karena banyaknya truk tanah yang melintas. Dan seringkali terjadi mobil truk tanah mogok.

2. Dampak dari melintasnya truk tanah menimbulkan udara yang kotor yang dapat menyebabkan warga mudah terserang penyakit.

3. Truk tanah melintas baik siang dan malam dengan kecepatan tinggi. Hal ini dapat menyebabkan kecelakaan dan merugikan pengguna jalan.

4. Kondisi jalan raya sepanjang Kapuk Kamal rusak dan berlubang.

“Kami berharap keberatan ini menjadi perhatian bagi semua pihak. Dan semoga Gubernur DKI Jakarta bapak Anis Baswedan dapat mendengar keluhan kami sebab keluhan ini sudah lama dan belum ada tindaklanjutnya,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Kalideres, Supriyadi akan menindaklanjuti terkait keluhan warganya.

“Terkait masalah ini harus perlu adanya musyawarah dengan dihadiri Dishub dan pihak terkait,” terangnya.

Terkait ancaman demo, Camat Kalideres menghimbau agar masyarakat patuh pada aturan.

“Kalau demo kan ada aturannya, jangan sampai ada masalah. Dan terkait keluhan warga harus diperhatikan,” pungkasnya.[ Red ]

 

Reporter by Chairul Anwar
News Warta Publik