Jakarta, Pakuan pos – Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar The 2nd International Conference on Education, Language, and Society (ICELS – 2) pada 15-16 September 2020 secara virtual di Kampus UNJ Rawamangun Jakarta. Acara tahunan ini dibuka oleh Dr. Komarudin Sahid, M.Si. (Rektor UNJ) didampingi Prof. Nadiroh, M.Pd. (Direktur Pascasarjan UNJ) di hadapan 300 peserta konferensi.

Kegiatan ICELS ini bertujuan untuk memfasilitasi solusi ilmiah melalui presentasi dan diseminasi hasil penelitian di bidang pendidikan, bahasa, serta sosial dan humaniora di tengah wabah Covid-19. Dengan tema “Pendekatan Baru dalam Pendidikan Bahasa, Masyarakat dan Ilmu Pengetahuan”, ICELS ke-2 ini diharapkan dapat memberi masukan terkait mempertajam pemikiran pengembangan bidang pendidikan, bahasa, dan sosial dan humaniora. Di samping dapat memberi penguatan terhadap kurikulum pendidikan dan membangun kolaborasi antar disiplin ilmu dalam konteks lintas disiplin.

Di hari ini, tampil sebagai keynote speaker ICELS-2 hari ini antara lain: 1) Prof. Hywel Coleman dari Leeds University Inggris, 2) Prof. Dr. Hafid Abbas dari UNJ, 3) Dr. Bert J. Tuga dari Philipina Normal University, 4) Assoc. Prof. Dr. Yusri Kamin dari Universiti Teknologi Malaysia, 5) Prof. Dr. I Made Putrawan dari UNJ, 6) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M. Si. – Rektor Institut Pertanian Bogor, 7) Prof. Yinghuei Chen – Dekan International Collage Asia University Taiwan, 8) Assoc. Prof. Shimasaki Kaoridari (Tohoku University Jepang, dan 9) Prof. Ilza Mayuni, MA dari UNJ. Kegiatan ICELS esok akan menampilkan 326 pemakalah secara pararel untuk mempresentasikan hasil penelitian yang dilakukan.’

“UNJ senang dapat menggelar ICELS 2 ini. Sebagai antisipasi terhadap dinamika sosial dan gerak laju pendidikan. Karena itu, para peneliti dan praktisi ilmiah harus terus berkontribusi melalui penelitian. Hal ini pun sejalan dengan tekad UNJ menjadi universitas dengan reputasi Asia” ujar Dr. Komarudin Sahid, M.Si., Rektor UNJ di sela sambutannya.

Melalui ICELS-2 ini, pemikiran dan temua baru yang terkait pendekatan baru dalam pendidikan bahasa, masyarakat dan ilmu pengetahuan dapat terus disosialisasikan. Karena ilmu dan teknologi tidak terlepas dari rangkaian pendidikan yang mencakup pendekatan, metode, dan strategi, termasuk upaya untuk melakukan inovasi demi kemajuan dunai pendidikan. Harapannya, ICELS mampu menguak pendekatan saintifik dalam melihat fenomena ilmiah secara filosofis dan teoritis dengan tujuan memediasi metode dan strategi ideal dalam sains atau ilmu pengetahuan.

Di masa Covid-19 ini, dunia pendidikan dan praktisi ilmiah tidak bisa tinggal diam. Harus turut andil dalam menghadirkan pendekatan yang relevan dengan fenomena dan dinamika kehidupan yang berkembang. Karena faktanya, masih banyak fenomena yang membutuhkan pendekatan ilmiah yang ideal untuk membantu menemukan solusi yang tepat, baik untuk kebutuhan ilmu pengetahuan maupun sosial. Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd selaku Ketua Penyelenggara menyatakan “ICELS 2020 ini memfokuskan pada keterkaitan antar ilmu yang memungkinkan terbentuknya pendekatan interdisipliner, multidisiplin, bahkan lintas disiplin. Maka kolaborasi ilmiah peneliti dan praktisi ilmiah sangat diperlukan sebagai antisipasi terhadap era revolusi industri 4.0 dan 5.0”.

ICELS 2020 pun menjadi momentum pertemuan ilmiah yang produktif dalam mensosialisaikan hasil penelitian. Sebagai upaya perguruan tinggi seperti UNJ dalam memelihara tradisi ilmiah. Di samping sebagai motivasi literasi teknologi bagi para peneliti dan praktisi keilmuan untuk terus mengembangkan iptek melalui pendekatan inovatif untuk mengurai persoalan dinamika kehidupan secara ontologis, epistemologis, dan aksiologis.

Press release