Cijeruk, Pakuan pos – Sebuah armada truk ekspedisi PT Viarta pengangkut air minum dalam kemasan (AMDK) galon milik PT Club, mengalami rem blong dan akhirnya terbalik hingga menghantam sebuah rumah warga di tikungan kawasan Maseng, Rabu (01/09) malam tadi. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun kerugian yang dialami pemilik rumah diakui mencapai puluhan juta rupiah.

Tidak lama setelah kejadian, Unit Lantas Polsek Cijeruk menugaskan anggotanya Brigadir Debry ke lokasi kejadian untuk pendalaman kronologis kejadian dengan meminta keterangan kepada kedua belah pihak serta para saksi. Bahkan Brigadir Debry sudah melaporkan periatiwa tersebut ke unit laka lantas Polres Bogor unit Ciawi untuk melakukan evakuasi kendaraan ber nomor polisi B 9959 NYT yang mengalami kecelakaan tunggal diduga akibat kelalaian itu, (human eror – red). Namun upaya Unit Laka Lantas tersebut dibatalkan karena terkendala belum adanya kesepakatan antara pihak ekspedisi dengan pemilik rumah.

“Ini laka ke empat yang terjadi. Tapi baru kali ini yang masuk laporan ke polsek. Tadi unit laka lantas sudah datang, tapi karena belum ada kesepakatan antara pihak perusahaan ekspedisi dengan pemilik rumah terkait ganti rugi atas kerusakan yang ditimbulkan akibat kecelakaan, dan pihak pemilik rumah minta agar truk yang terbalik tidak dipindahkan dari lokasi sebelum ada titik temu dan kesepakatan ganti rugi, maka unit laka lantas pun akhirnya balik kanan kembali ke makonya di ciawi”, jelas Brigadir Debry di lokasi, Rabu (02/09).

Menurut keterangan Supardi (42) pemilik rumah, kecelakaan armada ekspedisi pengangkut AMDK itu kejadian yang empat kalinya. Pada peristiwa kali ini kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.00 wib. Akibatnya, pagar tembok, beberapa bagian lain rumah, serta bahan baku untuk membuat sound system bernilai puluhan juta yang baru saja dibelinya rusak berat.

“Saya sengaja meminta agar truk jangan dievakuasi dulu sebelum ada kesepakatan antara kami dengan pihak perusahaan ekspedisi. Karena berdasarkan pengalaman dari kejadian yang sebelumnya, setelah truk dievakuasi kesepakatan yang sebelumnya sudah diyetapkan malah dilanggar. Pihak perusahaan ekspedisi tidak konsekuen dengan memberikan biaya penggantian atas kerusakan dengan seenak perutnya diluar perjanjian yang sudah disepakati. Hasil hitung – hitungan saya kerugian saya di kejadian ini sekitar lima puluh juta. Apalagi ini tempat usaha, sudah pasti usaha saya akan terganggu dan jelas saya akan bertambah rugi. Silahkan fikirkan oleh pihak perusahaan”, imbuhnya.

Menyikapi tuntutan korban, Komar yang mengaku sebagai pengurus perusahaan ekspedisi PT Viarta yang berkantor dibilangan Jakarta Barat mengaku bahwa bosnya sudah menyanggupi untuk memberikan penggantian kerusakan kepada pemilik rumah setelah kami melihat dan menghitung estimasi kerusakan yang terjadi. Namun pemilik rumah masih tetap pada tuntutanya.

“Kami sudah menyampaikan bahwa kami sanggup memberikan ganti rugi sesuai kerusakan yang sudah tinjau. Nilai yang kami sanggupi di angka 20 juta. Tapi pemilik rumah masih tetap bertahan di angka tuntutan berdasarkan argumenya”, tandas Komar. (R. Benz)