Cigombong, Pakuan pos – Salah satu tokoh Kasepuhan masyarakat Kampung Loji, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Bogor, Jawa Barat, mengkritisi keberadaan proyek di balai penelitian Suaka Elang Loji. Pasalnya, keberadaan dan hasil upayanya selama ini dalam mengembangkan obyek wisata itu tidak dihargai oleh pihak balai.

Ahmad Sungkawa alias Abah Uut mengklaim bahwa tanpa upayanya beserta keluarga yang telah membangun dan mengelola lahan parkir yang merupakan salah satu pintu akses menuju obyek wisata penangkaran burung elang jawa, diyakininya obyek wisata itu tidak akan viral dan seramai sekarang.

“Ngaing asa teu dihargaan ku orang balai jeung nu boga proyek ayeuna. Soalna lamun lain kulantaran ngaing sakaluarga ngabangun jeung ngembangkeun tempat parkir didieu, suaka heulang moal jadi rame kawas ayeuna. Eh ayeuna giliran ngabangun ngaing teu ditoel toel acan ku urang balai jeung nu boga proyek”, bebernya, dalam bahasa sunda yang artinya, saya merasa tidak dihargai oleh orang balai soalnya kalau bukan karena jasa dia serta keluarganya yang membangun dan mengelola lahan parkir ditempat yang kini ditempatinya maka pengunjung suaka elang tidak akan ramai dan obyek wisata itu tidak akan terkenal kemana – mana. Tapi kenapa ketika sekarang pihak balai melakukan pembangunan besar – besaran dia merasa tidak dianggap oleh pihak balai maupun pelaksana proyek. Minimal ada pihak yang sowan ke kediamanya, kata tokoh yang meski usianya telah lanjut namun masih tegas dan gagah itu.

Abah Uut menuturkan, awal dia bersama keluarga merintis area parkir wisata penangkaran Elang Jawa pengunjung yang datang hanya terhitung dengan jari saja. Namun lambat laun makin bertambah, hingga mencapai ribuan orang pengunjung setiap bulanya. Menyikapi ketidak pedulian pihak balai konsevasi alam serta pelaksana proyek atas jasa dan upayanya sebagai perintis pengembangan wisata penangkaran Elang Jawa, Abah Uut berharap agar kedua pihak tersebut segera sadar diri dan bersikap profesional.

Sebagai tambahan informasi, di lokasi Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) tepatnya di kawasan penangkaran Elang Jawa Loji Desa Pasir Jaya dan Desa Cijeruk saat ini sedang berlangsung pelaksanaan pembangunan beberapa bangunan yang dilaksanakan oleh empat perusahaan berbentuk Cv dan satu Pt dengan nilai proyek yang mencapai 12 Milyar Rupiah. (R. Benz)