Jakarta, Pakuan Pos – Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (Kabadiklat) Kejaksaan RI Tony T. Spontana meresmikan selesainya pembangunan gedung baru PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) dan Pos Kamdal (Keamanan Dalam) di Kampus A Badiklat Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta, Kamis (23/9/2021).

Secara simbolis peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Kabadiklat, selanjutnya orang nomor satu di Badiklat ini didampingi Sesbadiklat Jaya Kesuma, Kapusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan Andi Iqbal meninjau ke dalam ruangan PTSP dan Pos Kamdal.

Tony Spontana menjelaskan Pos Keamanan Dalam dan ruang PTSP sebelumnya sudah ada yang lama, namun menurutnya diperlukan perubahan supaya pelayanan kepada masyarakat lebih optimal. Pihaknya membangun yang baru atau memindahkan ke lokasi baru, agar masyarakat benar-benar terlayani dengan lebih baik, lebih cepat, dan lebih murah.

“Kami bisa melayani dengan ikhlas dan berdedikasi.
Perubahan tata letak PTSP dan Pos Kamdal ini sekaligus untuk merubah landscape kawasan ini lebih nyaman, indah, dan rapi, serta mampu mendorong para pegawai lebih aktif, bersinergi, sekaligus aman dan nyaman. Karena selain menggeser Pos Kemanan Dalam dan ruang PTSP ke sini (pintu utama- red), pintu gerbang utama Badiklat juga akan bergeser ke tengah” ujar Tony Spontana kepada wartawan usai peresmian.

“Pintu gerbang yang lama kita akan buka tutup secara insidentil karena lalu lintas utama keluar masuk Badiklat akan melalui gate utama di sebelah pos baru ini,” jelas Tony.

Menurutnya, perubahan- perubahan ini diselaraskan dengan semangat reformasi birokrasi. Saat ini Badiklat memegang 2 predikat, yaitu WBK dan WBBM, yang diperoleh berturut-turut pada tahun 2018 dan 2019; dan pada dua tahun terkahir ini pihaknya terus menjaga, merawat, dan maintain predikat itu supaya tidak turun kualitasnya sedikitpun.

Tony menyebut bahwa meskipun saat ini penilaian untuk pembangunan Zona Integritas lebih ditekankan pada peningkatan kinerja, namun aspek peningkatan pelayanan masyarakat tidak boleh berhenti. Hakikat reformasi adalah perubahan yang lebih baik, sehingga perubahan itu akan terus dilakukan, baik dari membangun sesuatu yang belum ada maupun merubah sesuatu yang sudah eksis, menjadi yang lebih baik,” bebernya.

Oleh karena itu kata Tony, Badiklat terus melakukan peningkatan dan pengembangan dalam pelayanan terhadap masyarakat. Dalam konteks birokrasi, maka perubahan dan pengembangan kawasan Badiklat ini diorientasikan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat, sekaligus untuk meningkatkan kinerja Badiklat.

“Badiklat sedang dikembangkan dan dilakukan beberapa perubahan dalam rangka mengoptimalisasi fungsi kawasan ini, supaya lebih efektif dan efisien dalam melayani masyarakat, secara bisa lebih nyaman dan aman,” jelasnya.

Perubahan-perubahan lain yang dilakukan meliputi juga merenovasi Masjid kebanggaan Badiklat yaitu Masjid Al-Hukama direnovasi untuk meningkatkan kenyamanan beribadah, termasuk peningkatan kapasitas jamaah dan fungsi sosial. Museum Adhyaksa juga dilakukan perubahan hingga benar- benar rasa museum sehingga berfungsi lebih optimal.

“Karena museum ini bukan saja milik Badiklat akan tetapi milik institusi Kejaksaan,” katanya.

Peresmian lokal baru PTSP dan Pos Kamdal ini dilaksanakan cukup singkat, dihadiri secara terbatas oleh pejabat eselon 2 dan 3 di lingkungan Badiklat, dengan protokol kesehatan yang ketat. (Muzer)