Cigombong, Pakuan pos – Sungguh malang nasib Arip, bocah 7 tahun ini sejak lahir memiliki kelainan. Selain tidak memiliki alat kelamin, juga tidak memiliki lubang anus.

Karena kelainannya itu, Arip harus membuang air besar (BAB) dan air kecil di satu lubang yang sama, melalui lubang pusarnya.

Muhamad Arip Hidayatulloh, nama lengkapnya, tinggal bersama sang Ibu, Siti Maesaroh seorang ibu rumah tangga. Sedangkan ayahnya meninggalkan Arip dan keluarga sejak Arip berusia 3 bulan, dan belum ada kabar sampai hari ini.

“Setiap harinya, Arip menghabiskan 4 sampai 5 Popok,” aku Siti sang ibu.

Arip pun tidak bisa bermain seperti anak pada umumnya akibat kelainannya tersebut. Usia 7 tahun, Arip mulai bersekolah di MI Mahpudiyah di Kampung Citugu RT 03/11, Desa Tugu Jaya, Cigombong Bogor Jawa barat.

Siti pun telah melaporkan kondisi anaknya kepada RT, RW hingga Kepala Desa setempat, dengan harapan mendapatkan solusi dari apa yang diderita anaknya.

Dirinya mengaku kebingungan dengan penyakit langka yang dimiliki Arip. Faktor ekonomi yang membuat dirinya enggan membawa buah hatinya ke Rumah Sakit.

“Bingung. Saya hanya bisa berdoa dan terus berusaha semoga anak saya bisa sembuh,” harap Siti.

Sementara itu, kepala desa Tugu jaya Rifqi Abdillah mengaku telah mengetahui nasib warganya tersebut. Dirinya pun mengaku telah memfasilitasi pembuatan BPJS untuk Arip, jikalau ingin diberikan perawatan.

“Keluarga inginnya dirawat, namun terkendala keuangan,” ujarnya kepada wartawan.

Dirinya berharap setelah mendapatkan BPJS, Arip dapat segera mendapatkan perawatan dan penanganan penyakit langkanya. Sementara keluarga Arip terdaftar sebagai penerima BLT-DD untuk warga terdampak Covid-19.

“Keluarganya salah satu penerima BLT DD sebesar Rp 600.000,” tandasnya. (Abdan)