Bogor, Pakuan Pos – Meski kritikan dan keluhan dari KPM akan dugaan kecurangan para agen E Warung Mandiri Banyak bermunculan di sejumlah media, namun tidak ada tindakan tegas dari instansi terkait maupun aparat. Akibatnya pola kotor para oknum agen penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) terus saja terjadi di berbagai wilayah.

“Ya selama ini saya sering baca pemberitaan terkait dugaan kecurangan serta pelanggaran terhadap proses Mikro Covid 19. Tapi sangat disayangkan tidak ada tindakan tegas baik dari instansi terkait maupun aparat. Walhasil, kejadian serupa terus saja berlangsung dimana – mana. Saya curiga jangan – jangan ada kongkalingkong diantara mereka”, ujar Sudrajat, salah satu pemerhati Penyaluran bantuan sosial dampak Covid – 19 yang juga seorang mantan kepala desa di wilayah selatan Kabupaten Bogor.

Sudrajat juga menegaskan, terkait pelanggaran prokes Covid – 19 yang terjadi saat pembagian bansos BPNT oleh Agen E Warung Mandiri Much itu sangat jelas mengangkangi himbauan pemerintah terutama tentang PPKM Mikro. Seharusnya aparat penegak hukum segera ambil langkah tegas dan menindak tegas satgat Covid – 19 yang tidak menjalankan kewajibannya. “Satgas Covid Mikro di tingkat desa kan ada anggarannya. Kerja dong sesuai tupoksinya, jangan makan gaji buta!”, imbuh Sudrajat.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Ciburuy Suherman selaku ketua gugus tugas Covid PPKM Mikro tidak bisa dihubungi. Demikian juga Suherlan alias Ongcuy yang disebut – sebut sebagai ajudan pribadi Kades. Sementara instansi terkait maupun aparat penegak hukum setempat jugq belum bisa dimintai keterangan. (Raden)