Cijeruk, Pakuan pos – Pengurus Madrasah Diniyyah Takmiliyyah (MD) Nurunadzah pimpinan Ustadz Ujang Syarif didukung oleh unsur masyarakat dan kepemudaan dibawah binaan Kasepuhan Cihideung Uwa Kholil di Kampung Pasir Eurih RT 02 RW 07, Desa Palasari, Kecamatan Cijeruk, menggelar Samenan (Kenaikan kelas – red), Minggu (14/03/2021). Kegiatan itu dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid – 19, di masa PPKM berskala mikro yang dianjurkan dan ditetapkan oleh pemerintah.

Beberapa hari sebelum kegiatan dilaksanakan, kolaborasi kepanitaiaan yang terdiri dari pengurus madrasah dan unsur kepemudaan gencar mensosialisasikan kepada masyarakat, khususnya setempat maupun umum, agar mematuhi anjuran pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona. Dengan menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan. Saat kegiatan dimulai, panitia menyediakan tempat cuci tangan, handsnitizer serta menyediakan masker bagi pengunjung yang tidak membawa.

“Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama seluruh lapisan masyarakat pasir eurih, melalui mufakat yang dihasilkan dari musawarah bersama. Dalam hal ini saya hanya sebagai pengarah, pembina dan penasihat saja. Yang melaksanakan kegiatan itu panitia gabungan antara pengurus madrasah dengan unsur kepemudaan. Himbauan saya kepada penyelenggara, yang palinh utama terapkan prokes, kedua keamanan, ketertiban serta kebersihan. Jadikan kegiatan ini sebagai motivasi bagi yang lain”, jelas Kasepuhan Cihideung Uwa Kholil, saat dijumpai di kediamanya.

Sementara itu, pengelola MD Nurunadzah Ustadz Ujang Syarif merasa bersyukur atas kelancaran pelaksanaan kegiatan yang digelar. Ujang berharap agar pemerintah daerah maupun pusat segera memperhatikan nasib para pengelola Madrasah Diniyyah.

“Alhamdulillah kegiatan kami berjalan tertib dan lancar tanpa hambatan. Dalam kesempatan ini perlu juga saya sampaikan harapan kami sebagai pengelola madrasah kepada pemerintah. Baik pemerintah desa, kabupaten, provinsi maupun pusat agar memperhatikan nasib kami sebagai praktisi pendidikan dasar agama ditinggkat paling dasar. Yang alhamdulillah selama ini kami menjalankan menejemen pendidikan agama Islam secara swadaya”, tandasnya.

Dalam acara itu, para siswa madrasah satu persatu naik panggung melafalkan hafalanya tentang berbagai ilmu dan berbagai pertuah sesuai ajaran agama Islam, tanpa menggunakan teks. Kegiatan yang telah menjadi bagian dari budaya masyarakat di berbagai daerah itu membawa berkah juga bagi para pedagang yang selama masa pandemi corona terpuruk. Sehingga sepanjang jalan masuk hingga ke lokasi acara dijumpai lapak – lapak pedagang, yang sebelumnya sudah diatur penempatanya oleh panitia sesuai dengan prokes. (Raden)