Sinjai barat, Pakuan pos – Suhardianto (31) warga asal Turungan Baji, Kecamatan Sinjai Barat, mendatangi Kantor Urusan Agama (KUA) di Kelurahan Tassililu, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai, Senin, (26/10/2020).

Dia mengaku bermaksud mempertanyakan penerbitan buku nikah yang saat saat ini belum diterima pasca pernikahannya beberapa bulan lalu.

“Saya datang untuk mengambil buku nikah tapi belum bisa katanya karena harus mengurus kembali beberapa persyaratan dan membayar lagi, tentunya” kata dia.

Menurutnya, masih perlu dilakukan kursus pengantin ulang serta menyetor sejumlah berkas agar bisa diterima buku nikah.

“Saya juga heran kenapa ada begini lagi, padahal saya sudah nikah. Harusnya saya tidak dinikahkan kalau memang belum lengkap berkas” kesalnya.

Dikonfirmasi, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sinjai Barat, enggan memberi tanggapan.

Terpisah, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sinjai, saat dihubungi mengatakan bahwa tidak ada lagi alasan untuk menahan buku nikah selama kelengkapan itu sudah dipenuhi.

“Surat nikah tidak boleh ditahan. Dan saya ingatkan kalau sudah ada bukti pembayaran tolong jangan membayar lagi. Saya ingatkan,” Kata, Drs. H Abd. Hafid Talla melalui saluran telepon.

Hal itu ditanggapi oleh ketua bidang Perguruan tinggi kemahasiswaan dan kepemudaan (PTKP) Hmi cabang Sinjai, ia menganggap bahwa apa yang dilakukan KUA sinjai barat adalah salah satu hal yang sifatnya memeras.

“Apa yang dilakukan KUA Sinjai Barat salah satu bentuk perdagangan buku nikah, karena salah satu syarat untuk mendapatkan buku nikah harus membayar, dan mestinya orang-orang seperti ini tidak sepantasnya menduduki jabatan sebagai kepala KUA, karena persoalan agama tidak bisa di perjual belikan,” tegas Arfa. (Sam)