Cigombong, Pakuan pos – Kasus dugaan penyerobotan lahan garapan bekas Hak Guna Usaha (HGU) PTP XI Pondok Gedeh (Pode), Blok Kongsi Siliwangi, atas nama H. Cece yang dilakukan pengelola Yayasan Pendidikan Nuansa di Cigombong tampaknya akan semakin memanas. Pasalnya, sudah dua kali ahli waris mengirim surat kepada Kepala Desa Cigombong untuk minta difasilitasi mediasi dengan pihak Yayasan Nuansa namun tak digubrisn kades. Hal itu membuat geram pihak ahli waris.

“Kami sudah dua kali melayangkan surat kepada kades Cigombong, untuk meminta difasilitasi mediasi dengan pihak Yayasan, namun Heri Hendrawan selaku Kades Cigombong menyatakan belum siap dengan berbagai dalih yang menurut kami sangat tidak mendasar”, ungkap Indra Surkana, ahli waris garapan Haji Cece.

Menurut Indra, pihaknya sudah benerapa kali mencoba berkomunikasi secara persuasif dengan pihak yayasan. Namun pihak yayasan tidak koooperatif bahkan cenderung arogan menyikapi opsi solusi dari permasalahan yang tawarkanya.

Menanggali sikap kepala desa yang tidak merespon terhadap dua kali surat permohonan pihaknya, Indra menegaskan akan mendatangi pemerintah kecamatan untuk minta difasilitasi mediasi dengan pihak yayasan yang telah melakukan penyerobotan atas lahan garapan milik orang tuanya. Bahkan pihak yayasan yang diperkuat juga oleh pernyataan kades Cigombong bahwa pihak yayasan sudah memiliki alas hak berupa Akta Jual Beli (AJB)

“Dari mana dasarnya Ajb itu bisa muncul. Kan ada aturan yang harus ditempuh. Aneh kan.. jika pemerintah kecamatan juga tidak bersedia menfasilitasi pihak kami dengan pihak yayasan, maka kami terpaksa akan melaporkan permasalahan ini ke Ombudsman RI”, tandasnya. (R. Bhenz)