Bogor, News Warta Publik – Acara silaturahmi yang rutin setiap bulan atau biasa disebut Kopdar paguyuban pecinta wayang golek, ”PWG” Bogor Raya yang diadakan pagi tadi di sekertariat utama, kolam pemancingan kang Ai, Jalan Alternatif Cihideung Pamoyanan Bogor Selatan berjalan dengan lancar, Minggu (20/1/19) sekitar pukul 09.30 – 15.00 WIB.

Seperti biasa, pembahasan pertemuan yang sudah rutin diadakan setiap bulan tersebut, diisi berbagai kegiatan. Diantara Nya, selain silaturahmi para anggota dan jajaran pengurus juga membahas agenda yang sudah berjalan, ramah tamah sesama keluarga besar paguyuban.

“Kegiatan yang sudah berjalan ini tentu harus didukung oleh semua yang ada internal paguyuban, Alhamdulillah sampai hari ini kegiatan berjalan sebagaimana biasanya. Ini satu bukti bahwa kita konsisten,” kata Ela, sekretaris paguyuban.

Dia menambahkan, paguyuban yang sudah setahun lebih ini bisa terus menjaga merawat dan melestarikan seni budaya kita, yang jelas-jelas punya kita. Kalau bukan kita, siapa lagi? PWG Bogor raya, bukan hanya sekedar komunitas yang asal buat. Asal masuk atau gabung, tentunya dibekali dengan perangkat aturan, tata tertib, agenda yang terstruktur.

“Aturan dibuat untuk difahami dan ditaati itu semua demi terciptanya kenyamanan yang lainnya,” ujar Ela.

Kopdar kali ini juga bukan hanya dihadiri oleh anggota yang sudah lama, turut bergabung juga beberapa anggota baru dan yang dari wilayah Sukabumi.

“Kebersamaan terus terjaga dan makin kompak, kalau meminjam bahasa ketua umum kita ‘banyak bukan ukuran kualitas harus menjadi unggulan’. Mohon do’a Nya, dalam waktu dekat kita akan launching produk makanan tradisional dan sudah ada yang siap bermitra dengan kita,” ujarnya.

Sementara itu, humas paguyuban Riki sidik menyambut baik semua rencana dan kegiatan di paguyuban. “Sejak berdirinya paguyuban banyak ilmu yang saya dapatkan utamanya dalam hal berorganisasi, di paguyuban ini lengkap,” kata Riki.

Acara diakhiri dengan mancing bersama untuk lebih mendekatkan serta lebih akrab sesama anggota tanpa formil agar lebih menyatu dan mengikat tali persudaraan dan silaturahmi.

“Mancing bukan sekedar melatih kesabaran, tapi menyatukan kebersamaan,” tandasnya.