Sukabumi, Pakuan pos – Padepokan Giri Jaya terletak di Kaki Gunung Salak pada ketinggian 800 Mdpl. Padepokan tersebut masuk ke wilayah Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Jarak dari Cicurug ke Padepokan kurang lebih sekitar 14 Kilometer.

Di Padepokan Girijaya, sampai saat ini ada tradisi yang masih mengakar kuat di masyarakat sekitar, setiap awal Tahun Hijriyah, di Padepokan ini rutin digelar Muharaman atau yang lebih dikenal dengan Seren Taun dan Nampa Taun, berikut sedekah Bumi serta ruwatan Bumi.

Acara tersebut biasanya diselenggarakan pada hari Kamis atau malam Jumat Kliwon dan hari Jumat, namun untuk Muharram 1441 Hijriyah kali ini, diadakan hari Selasa 17 September 2019 dan puncak acaranya Rabu, acara digelar selama dua hari. (17-18/2019).

Dalam acara tersebut juga ikut digelar seni tradisi kebudayaan Sunda diantaranya; Gondang lisung, debus, topeng bodoran, gendang penca, wayang golek dan kesenian lainnya.

Turut ambil bagian dalam acara tersebut, komunitas para pemusik salah satunya pemusik yang tergabung dalam wadah ‘Forsky’ yang didalamnya terdapat para pemain keyboard.

Acara Kearifan lokal seperti di Girijaya ini harus dipertahankan dan mendapat perhatian dari pemerintah setempat khususnya Pemkab Sukabumi. Seni tradisi kebudayaan harus tetap terjaga dan lestari.

“Alhamdulillah kita disertakan terlibat diacara ini yang mendapat antusias dari warganya,” kata Bhima pemain keyboard yang tergabung di komunitas ‘Forsky’. Kamis, (19/9). (Adila)