Bogor, News Warta Publik – Wayang digunakan oleh Sunan Kalijaga sebagai media dakwah yang tidak mengusik serta mengecilkan arti penting kehidupan religi masyarakat pada masanya. Melalui wayang pula pemerintah menginformasikan program-programnya, mulai dari bebas buta huruf, keluarga berencana, pembangunan bangsa, dan lain-lainnya.

Suara dalang wayang golek dan beberapa bentuk seni pertunjukan yang lain, seperti tari, musik, dan drama juga digunakan sebagai media untuk mengkampanyekan partai politik tertentu dalam beberapa kali periode pemilihan umum yang pernah dialami.

Seni pertunjukan dipandang sebagai media yang handal untuk berbagai kepentingan, termasuk di dalamnya untuk kepentingan tersebut. Hal ini memperlihatkan betapa seni pertunjukan menghantarkan fungsi yang dibutuhkan oleh masyarakat dari waktu ke waktu.

Kebutuhan ini tidak hanya bagi individu atau kelompok tertentu saja, tetapi juga mencakup masyarakat secara luas.

Dilihat dari aspek wayang sebagai tuntunan, peranan dalang hampir-hampir sangat mutlak. Untuk bisa memberikan tuntunan kepada.masyarakat, khususnya para penonton, seorang dalang harus menguasai hampir segala hal. Dalam istilah Jawa ia harus mumpuni. Seorang dalang memang seharusnya memiliki kwalitas diri yang melampaui anggota masyarakat lainnya.

Seorang dalang itu bukan saja hanya sebagai penghibur tetapi juga sebagai komunikator, sebagai penyuluh, sebagai penutur, pendidik atau guru bagi masyarakat dan juga diharapkan rohaniawan yang selalu berkewajiban mengajak masyarakat untuk berbuat kebaikan dan melarang kejahatan, menanamkan kepada masyarakat semangat amar ma’ruf nahi munkar, sesuai dengan ajaran agama.

Andy Djava
Ketua Umum, Paguyuban Pecinta Wayang Golek Bogor Raya