Ternate, Pakuan pos – Seminggu setelah operasi di Rumah Sakit Jaury Jusuf Putra Akademic Makassar, Bahria Sabtu ( 6 ) bocah penderita Atresia Ani atau anus imperforata atau lahir tanpa lobang anus, Jumat (28/8/2020) bersama kedua orangtua dan keluarganya mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara (Kejati Malut).

Kedatangan keluarga Bahria Sabtu yang berasal dari Desa Tolonuo, Kecamatan Tobelo Utara, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) ke Kejati Malut dalam rangka mengucap syukur dan sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Kejati Malut Dr.Erryl Prima Putra Agoes beserta jajarannya yang telah peduli sampai hati membantu dan memfasilitasi proses operasi sampai sembuh.

Kajati Malut DR. Erryl Prima Putra Agoes didampingi Kasi Penuntutan Fahrul,SH.MH.menyambut baik kedatangan Bahria Sabtu yang datang bersama dengan keluarganya.

Keluarga besar Bahria Sabtu tampak bahagia, setelah operasi pengangkatan penyakit Antresia Ani berjalan dengan lancar tanpa ada kendala apapun.

Sebagai bentuk keperdulian terhadap Bahria Sabtu, Kajati minta agar keluarga tetap mengikuti anjuran dokter.

“Saya harap keluarga Bahria Sabtu tetap terus laksanakan anjuran dokter dan sampaikan apabila terdapat keluhan terhadap hasil operasi yang telah dilaksanakan,” ujar Eryyl.

Pada kesempatan tersebut Kajati Malut memberikan jamuan makan siang bersama keluarga Bahria Sabtu di salah satu restoran/ rumah makan khas Padang.

Sebelumnya bocah berusia 6 tahun yang divonis penderita Atresia Ani atau penyakit tanpa lubang anus, mendapat perhatian oleh Kajati Malut,lalu Kajati yang dermawan memberikan segala fasilitas untuk proses operasi pengangkatan penyakitnya.

Selanjutnya pada hari Kamis tanggal 20 Agustus pukul: 08.30 waktu setempat Bahria Sabtu dengan didampingi kedua orangtuanya diterbangkan ke Makasar Sulawesi Selatan (Sulsel) guna untuk menjalani operasi dan perawatan.

Lalu tiga hari kemudian tepatnya pada hari Minggu (23/08/2020) Bahria Sabtu sudah masuk masa pemulihan. (Muzer)