Air suci yang mengalir bukti ketakberdayaan insan ya Rabb
Menyesali apa yang terjadi dan tak mampu mengendali
Jiwa ini adalah jiwa yang kalut
Hati yang terkadang mencari jawaban di antara keramaian
Diri yang menyudut ketika kehilangan arti

Biarkan tetesan ini jadi pengobat
Menjernihkan yang lama keruh
Menemani usia yang semakin di tarik waktu laju
Sampai di ambang pintu
Menemukan jawaban
Atau tetap tak bermakna

Namun nama-Mu tetap ada warna
Izinkan aku si fakir hina mencelupkan sedikit jemari rasa
Supaya kembang kuncup kuntum-kuntum sukma

Bisikkan kegundahan,
Kebisuan dan kebekuan pada malam yang merangkak larut
Ia akan menyampaikan resah pada penggamit rasa
Hunuskan kerinduan dalam
Untuk merengkuh erat
Mendekapnya dan tak berharap ada yang melepaskan
Cinta yang menjernihkan kedua bola mata
Menyejukkan kepala dan hati yang melepuh

Ya Lathif
Janjikan aku penawar sukma yang menyekak langkah ini
Membuat tak berdaya
Tak punya upaya

Dari malam dingin ini, aku percaya esok ada embun pagi… dan mentari.

Kini, ku biarkan dulu gelap meraja.
mentari tersandung awan yang mendung.
Kabut menggelayut
Hingga air mata langit meruah lalu meresap ke bumi.
Karena ku tahu, air mata langit akan menumbuk tanah,
dan bumi sedia untuk menghijau subur.

Mungkin perjalanan ku tak kan semu…
meski ku tahu, yang tersulit dalam hidup ini adalah belajar untuk bersabar.
Aku ingin terus mencari,
Hingga nanti, kala menuju kekal ku dengan-Mu.
Bersanding bahagia bersama cahaya dan rahmat-Mu.

Tuhan…. Ijinkan aku untuk berbenah
Dalam kepingan jiwa yang tlah gulita.
Cahaya-Mu, menjadi asa,
tuk menyatukan kembali puing-puing Cinta dan Jiwa.

Syair Spirit Jiwa 2019
Penyair, pejalan sunyi,
kaP