Cijeruk, Pakuan Pos – Ironis, saat awak media hendak melakukan peliputan vaksinasi di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk; Bogor; Jawa Barat, tenaga medis dari UPT Puskesmas Cijeruk, tidak memperkenankan awak media untuk melakukan peliputan. Dengan alasan peliputan harus melalui ijin dari Camat Cijeruk.

“Maaf pak kami tidak melarang saudara wartawan untuk melakukan peliputan atau pengambilan gambar di lokasi vaksinasi kecuali sudah mendapat ijin dari camat. Kalau sudah dapat ijin dari camat silahkan bapak kembali kesini”, ujar Tenaga Medis UPT Puskesmas Cijeruk berseragam hijau yang engan menyebutkan namanya.

Sempat terjadi perdebatan antara awak media dengan tenaga medis tersebut, saat awak media menjelaskan tentang tugas pokok dan fungsi awak media serta sanksi bagi siapapun yang menghalagi tugasnya sesuai yang tercantum dalam UU Nomor 40 tahun 1999 serta UU no 14 tahun 2008 tentang tentang keterbukaan informasi publik. Namun meski sudah dijelaskan dengan baik, tenaga medis itu tetap bersikeras pada pendirianya bahwa peliputan harus seijin camat.

“Saya tidak melarang, tapi sikahkan bapak minta ijin dulu ke pak camat’, ujar Tenaga Medis itu dengan nada ketus. Bahkan tenaga medis itu sempat memanggil babinsa serta Bhabinkamtibmas Desa Cipelang karena keberadaan awak media yang melaksanakan tugasnya dilokasi itu dianggap mengganggu.

Saat dikonfirmasi terkait insiden yang terjadi saat vaksinasi di Desa Cipelang, Camat Cijeruk Bangun Sapta Siswa mengaku kaget dengan informasi yang diterimanya. Namun demikian, Camat Bangun secara pribadi meminta maaf kepada awak media atas sikap tebafa medis tersebut.

“Secara pribadi saya meminta maaf atas sikap tenaga medis yang bersikap kurang menyenangkan terhadap awak media. Mohon dimaklumi mungkin beliau cape menangani banyaknya warga yang divaksin”, ucap Camat.

Sementara itu, menyikapi perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan tenaga medis UPT Pukesmas Cijeruk terhadap awak media yang sedang melaksanakan tugas jurnalistiknya, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, menegaskan bahwa dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya wartawan dilindungi oleh Undang – Undang.

“Sampaikan kepada para oknum tenaga medis itu, dalam melaksanakan tugasnya wartawan sudah mendapat ijin, bahkan lebih dari sekedar camat atau siapapun di negara ini. Karena ijin kawan – kawan wartawan itu dari negara yang dijamin oleh Undang – Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Sampaikan juga bahwa dalam pasal 18 Undang – Undang Pers menyebutkan barang siapa yang sangaja menggambat, menghalang – halangi tugas wartawan maka dapat dipidana selama dua tahun atau denda sebesar 1 milyar. Jadi ijin camat itu kecil lah”, tegas Alumni PPRA – 48 Lemhannas RI tahun 2012 itu. (Raden)