Pakuan pos – Ruwatan atau ngaruat dalam bahasa Sunda, ternyata merupakan kebiasaan yang bermakna sangat dalam. Ia juga bagian dari keyakinan sebagian masyarakat Sunda. Meski secara fisik, tradisi ini sudah jarang dipraktekkan. Ruwatan dianggap sakral dalam kehidupan.

Konon, itu berkait dengan hidup matinya manusia, bahkan kesinambungan negeri dan alam semesta. kata Ruat berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti patah (potong).

Jadi ngaruat mengandung makna mematahkan akibat-akibat yang buruk seperti malapetaka, bala dan bencana, dari pembawaan sesuatu atau seseorang yang telah ditentukan.

Walaupun ngaruat mendasarkan pada cerita wayang, namun tata caranya (kiyas atau padika), telah ada sebelum masyarakat Sunda mengenal wayang. (ADj/red)