Rumah Warga Jatinegara Dibongkar Tanpa Perlawanan

0
718

Jakarta, News Warta Publik-Beberapa rumah warga pada sisi-kiri jalan-raya D.I. Panjaitan dari arah  Rawamangun menuju Cililitan di Cipinang Besar Utara Jatinegara Jakarta-Timur tak jauh dari Halte-Busway Prumpung akhirnya dibongkar dengan cara digusur hingga rata dengan tanah, bahkan puing-puing reruntuhannya pada hari itu pula langsung diangkut keluar dari lokasi menggunakan beberapa buah mobil dump-truck hanya meninggalkan sebidang tanah kosong seluas kurang lebih 1 Hektar. Di antara rumah-rumah yang digusur ini terdapat pula sebuah bangunan-rumah gedongan yang sebelum ini sebagiannya dijadikan tempat penampungan Besi-Tua.

Peristiwa penggusuran bangunan rumah-rumah warga termasuk rumah-gedongan yang memuat tempat penampungan besi-tua yang terletak persis  pada pojok jalan masuk di Gang Remaja II Kelurahan Cipinang Besar Utara ini berlangsung pada hari Kamis (15/11) dengan menghadirkan alat berat jenis eksavator.

Para-pemilik rumah yang digusur belum bisa ditemui langsung untuk dimintai konfirmasinya, namun dari salah seorang warga yang tinggal di dekat lokasi pembongkaran ini mengaku prosesi pembongkaran atau penggusuran berlangsung aman dan lancar, sama sekali tidak ada perlawanan atau penolakan dari para pemilik bangunan. Bahkan dikatakan pula, sejak sehari sebelumnya, rumah-rumah yang kena gusur itu rata-rata sudah dikosongkan oleh pemiliknya sendiri. Sumber yang enggan namanya dimediakan ini mengaku pada saat digusur pihaknya hendak bepergian, sehingga sempat ikut menyaksikan jalannya prosesi penggusuran bersama sejumlah warga lain yang tinggalnya berdekatan.

Sumber juga menambahkan, penggusuran ini jauh sebelumnya sudah diketahui oleh para pemilik-bangunan mau pun warga sekelilingnya  karena memang sebelumnya sudah ada sosialisasi. Selain sosialisasi, tambah Sumber, kegiatan penggusuran itu dibiarkan saja berlangsung tanpa sesuatu perlawanan atau penolakan sejak dimulai hingga berakhir karena kepada masing-masing pemilik bangunan/rumah sebelum ini sudah dibayarkan Ganti-Rugi sejak tahun 2017 lalu.

Mulanya disangka pada lahan kosong ini akan dibangun sebuah Hotel atau Swalayan, ternyata menurut Sumber, akan dibangun jalan, yaitu toll bagian dari rencana jalan toll Bekasi-Cawang-Kampung Melayu yang sudah lebih dahulu dipopulerkan dengan sebutan “Toll-Becakayu”, yang sekarang sebagiannya secara fisik sudah nampak rampung sampai di samping Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta di bilangan Kebon Nanas. Mengenai pemilik proyek dan pelaksana proyek, Sumber mengaku tak banyak mengetahuinya, namun menurut informasi yang dia peroleh konon proyek jalan toll ini berasal dari Kementerian PUPRpada PT Jasa Marga sedangkan pelaksanaan pekerjaan fisiknya dikerjakan oleh PT Waskita Karya selaku Pelaksana Proyek.

Ditanyakan selain bangunan-bangunan rumah warga yang sudah digusur itu apakah di kawasan ini  masih ada lagi rumah-rumah lain yang akan susul dibongkar atau digusur sehubungan rencana pembangunan jalan toll tersebut, Sumber mengatakan : “Dari informasi yang diperoleh akan mencakup semua bangunan rumah warga mau pun bangunan fisik apa saja yang berkedudukan pada sisi-kiri jalan-raya di Jln DI Panjaitan mulai dari samping Kejaksaan Negeri Jakarta Timur meliputi Gang Remaja I sampai diujungnya pada Gang Remaja V, bahkan lurus terus mengikuti alur jalan itu sampai Cawang di bilangan Kali Malang”. Hanya diakuinya pula, dirinya tidak mengetahui persis apakah semua pemilik rumah atau bangunan di seantero kawasan yang disebutkannya itu sampai sekarang sudah dibayarkan Ganti-Rugi ataukah belum.

Namun mengingat urgensinya, dia berharap semua warga Pemilik-Rumah atau Bangunan sebagai bagian dari warga Jakarta bisa memahami dan bersedia menerima agar jangan sampai proses pembangunan jalan toll ini terhalang lagi sebagaimana beberapa ruas jalan toll lain di ibukota yang sampai sekarang terhenti akhirnya kerangkanya malah berubah menjadi barang rongsokan. Sebab pembangunan sebuah jalan toll menurut dia pada hakekatnya adalah berangkat dari iktikad baik Pemerintah sebagai salah satu alternatif untuk mengurai kemacetan lalu-lintas angkutan orang, barang dan jasa di ibukota yang belakangan ini terasa sudah semakin sulit di atasi.

Semua warga ibukota, kata dia, tentu tahu angka kemacetan lalu-lintas di seantero kawasan kota ini sudah sangat memprihatinkan bahkan jauh melampaui batas-ambang yang dapat ditolerir, bukan saja di Jakarta Pusat melainkan juga hingga bagian utara-selatan mau pun timur-barat. Oleh karena itu, tambahnya lagi, sebagai warga kota yang baik semua pihak harus merasa ikut bertanggungjawab dengan mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan menata lalu-lintas dan angkutan ke arah yang lebih baik.[ Red ]

 

Kontributor by Munir Achmad
News Warta Publik