Cigombong, Pakuan pos – Masyarakat Ciletuh yang tergabung dalam Forum Rakyat Ciletuh menggelar aksi unjuk rasa di simpang danau lido, pada Kamis (1/10/2020). Aksi yang bertepatan dengan hari Tani nasional dan hari lahir Undang – undang Agraria tersebut menuntut tiga hal kepada PT MNC Land.

Tuntutan tersebut yakni, penggantian tanaman yang dibabat, pencatutan nama warga untuk dasar perizinan, dan penyelesaian sengketa lahan wakaf makam.

Kuasa hukum masyarakat Ciletuh, Anggi Tryana dari kantor LBH sembilan Bintang mengatakan, permasalahan tersebut sudah ada sejak tahun 2014 silam mereka (warga Ciletuh,red) sudah dihadapkan pada permasalahan – permasalahan itu.

“Warga Ciletuh umumnya bekerja sebagai petani yang menggarap lahan sekitar 100 hektar, ketika MNC Land mengaquisisi lahan,otomatis meminta warga untuk meninggalkan garapannya,” jelas Anggi.

Anggi juga membeberkan, permasalahan bukan hanya penggantian tanaman saja, tapi juga masalah lahan wakaf makam dan tanda tangan warga yang diduga dijadikan sebagai dasar perizinan.

“Awalnya ada undangan dari MNC Land di hotel MNC. Ketika datang, warga dianjurkan untuk mengisi buku tamu disehelai kertas tanpa kop surat warga yang datang tidak curiga, lalu mengisi nama, alamat dan nomor telpon. Tapi anehnya belakangan tanda tangan warga itu menjadi dasar izin lokasi,” bebernya.

Dari Informasi yang diterimanya, Masyarakat Ciletuh. Lanjut Anggi, akan terus menyuarakan tuntutan mereka baik melalui aksi seperti itu, ataupun melaui jalur lain. (Abdan)