Bogor, News Warta Publik – Sumur Tujuh terancam hilang. Terlebih, proyek di sekitar kawasan Cagar Budaya terus berjalan. Hingga tadi, Jum’at (4/1/19) siang aksi penolakan makin kencang dari sejumlah warga Bogor dan budayawan Jawa barat.

Beberapa bagian sumur sudah tak lagi berbentuk seperti aslinya karena diuruk tanah dan terlihat rata. Ratusan budayawan, sejak pukul 10.00 WIB sudah berkumpul dilokasi situs cagar budaya.

“Ini sudah tidak bisa dibiarkan karena sudah dirusak dan diacak-acak,” kata Lutfi kepada News Warta Publik.

Beberapa sumber mata air yang dianggap keramat oleh warga pun tak lagi terlihat. Bahkan, para budayawan memasang span­duk yang berisi penolakan terhadap perusakan dan peru­bahan situs sumur tujuh.

“Kami minta kembalikan situs sumur tujuh seperti semula, pertemuan ini sudah kesekian kalinya,” ujarnya.

Warga menganggap, Sumur Tujuh merupakan Situs Keraja­an Padjajaran yang sangat dijaga masyarakat setempat. Pertemuan yang rencananya akan dihadiri oleh pihak pemilik lahan, namun sampai dengan pukul 14.30 atau sampai acara selesai tidak terlihat batang hidungnya.

“Kabarnya pemilik lahan akan hadir tapi sampai acara selesai tidak datang, pungkasnya.

Andy Djava