Cigombong, Pakuan Pos – Menyikapi adanya pembiaran akan pelanggaran prokes PPKM Mikro yang terjadi saat penyaluran Bansos BPNT Mandiri di Desa Ciburuy oleh agen E Warung Mandiri Much, Sabtu (22/05/2021) lalu, Praktisi Hukum Dari Kantor Hukum Sembilan Bintang R. Anggi Triana SH sangat menyayangkan hal tersebut. Menurutnya hal itu sudah sangat jelas mengangkangi penegasan pemerintah dalam upaya menekan penyebaran wabah virus corona. Juga membuktikan bahwa satgas covid 19 Ciburuy lalai dalam tugasnya.

“Saya sangat menyayangkan apa yang telah terjadi. Padahal tupoksi Satgas Covid PPKM Mikro sudah sangat jelas sebagai garda terdepan ditingkat wikayah. Bahkan tenaga mereka pun dibayar oleh pemerintah. Atas kelalaian dalam tugasnya itu pemerintah daerah khususnya harus bersikap tegas”, imbuh Anggi, melaui pesan singkatnya, Senin (25/05/2021).

Sementara itu lanjut Anggi, jika dalam penyaluran bantuan sosial memang diindikasikan adanya penyelewengan anggaran, sesuai perspektif UU No 31 Tahun 1999 yang dirubah menjadi UU No 20 Tahun 2021, tentang tindak pidana korupsi, maka bilamana anggaran yang bersumber dari APBN atau APBD yang disalurkan tidak sesuai dengan peruntukan atau disalah gunakan atau dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok dengan merugikan orang yang berhak mendapatkanya, maka jelas itu bagian dari tindak pidana korupsi.

“Cari bukti – buktinya, kupas tuntas hingga ke akar – akarnya. Masyakat penerima bantuan pun jangan pernah takut untuk melaporkan atas kerugiannya akibat ulah para oknum. Segera laporkan kepada aparat penegak hukum, agar segera ditindaklanjuti dan diberi sanksi tegas. Saya bersama rekan siap memberikan pendampingan hukum”, tandasnya.

Lebih lanjut Anggi mengatakan terkait kata Sembako yang merupakan kepanjangan dari Sembilan Bahan Pokok, itu tidak bisa dikaitkan dengan pembagian bansos yang jumlah itemnya kurang dari sembilan bahan pokok.

” Jika jumlah bansosnya mencapai sembilan item maka itu bisa disebut Sembako. Tapi jika jumlah itemnya tidak mencapai sembilan item, itu namanya pembohongan dan pembodohan publik. Tok anak sekolah dasar juga tau Kalo Sembako itu singkatan dari sembilan bahan pokok”, pungkasnya. (Raden)