Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Mubar, Sultra, Arif Ndaga.

 

Muna Barat (Sultra), News Warta Publik – Dinas Kesehatan (Dinkes) Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat 26. 457 warga Mubar belum terdaftar sebagai peserta BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Mubar, Arif Ndaga, mengatakan dari total penduduk Mubar (80.560), persentase warga yang belum mendapatkan layanan kesehatan dari BPJS Kesehatan mencapai 32,8 persen.

“Kalau merujuk pada data BPS dan Bagian Hukum, Sekretariat Daerah Mubar, total penduduk Mubar, lebih 80 ribu jiwa. Dari jumlah itu, ada 32,8 persen atau 26.457 warga yang belum didata menjadi peserta BPJS Kesehatan,” jelas Arif, Senin (24/09/18)

Karena itu, kata Arif, pihaknya pada tahun ini akan mendata seluruh warga tersebut. Dengan harapan setelah didata bisa mendapatkan layanan kesehatan dari BPJS Kesehatan.

“Insya Allah tahun ini, sudah kita selesaikan. Petugas yang tersebar 15 Puskesmas akan dikerahkan untuk melakukan pendataan. Agar data yang diperoleh valid, kita akan kordinasi dengan pemerintah desa setempat,” imbuhnya.

Tambah Arif, bila pendataannya sudah rampung, langkah berikutnya ialah nama-nama itu akan diserahkan kepada BPJS Kesehatan Mubar. Selanjutnya, BPJS melakukan validasi data, utamanya terkait kartu keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Pengalaman selama ini data yang di KK tidak sesuai NIK. Akibatnya kartu BPJS yang bersangkutan tidak bisa dicetak. Kalau ada masalah seperti itu harus dilakukan perbaikan,” urainya.

Sementara itu, jelas Arif, ada 54.103 warga Mubar telah memperoleh layanan BPJS Kesehatan. Mereka ini masuk dalam program pemerintah bantuan iuran (PBI) yang dananya bersumber dari APBN, APBD Provinsi dan APBD Kabupaten.

“Pembiayaan peserta BPJS Kesehatan Mubar ada tiga. Dari 54.103 tersebut, sebanyak 42. 629 orang dibiayai APBN, 605 ditanggung oleh APBD Provinsi dan 10. 869 dananya berasal dari APBD Mubar,” pungkasnya.[ Red ]

 

Kontributor by Laode Biku
News Warta Publik