Bogor, Pakuan pos – Peristiwa ambruknya tembok penahan tanah (TPT) milik Mall Boxies 123 sehingga berdampak terhadap rusaknya beberapa rumah warga di Kampung Sukajaya, Kelurahan Tajur, Kecamatan Bogor Timur pada akhir pekan lalu. Mendapat perhatian serius dari Wakil Walikota Dedie A Rachim. Menurutnya, evaluasi harus dilakukan terhadap kegiatan pembangunan itu, karena sudah menimbulkan peristiwa yang menyebabkan rusaknya rumah warga.

“Mudah mudahan dengan kejadian ini menjadi pembelajaran buat kita semua untuk memperhatikan lingkungan. Peduli terhadap masyarakat sekitar dan sistem pembuangan airnya bisa dipikirkan dengan baik,” kata Dedie kepada wartawan, Selasa (15/10/2019).

Kata dia, Pemkot sudah berkoordinasi dengan wilayah, dan Mall Boxies akan menanggung seluruh biaya akibat dari ambruknya TPT itu. “Kalau izin mereka sudah penuhi semua, jadi kalau memang harus ada yang diperbaiki, maka harus disempurnakan bersama sama,” ungkapnya.

Dedie menyatakan bahwa pembangunan pusat perbelanjaan itu kedepannya akan membawa manfaat bagi warga karena dapat menyerap tenaga kerja. “Banyak tenaga kerja yang terserap, kemudian UMKM juga bisa masuk jadi perekonomian kita juga tambah bergeliat,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat mengatakan ambruknya TPT tersebut harus segera disikapi segera dan serius. “Harus segera disikapi, kalaunsebuah bangunan menimbulkan dampak sosial, ya harus segera ditangani,” singkatnya.

Terpisah, Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PPP Saeful Bakhri menegaskan, persoalan ambruknya TPT proyek mall Boxies yang mengancam warga terlebih telah berdampak terhadap rusaknya rumah warga tidak boleh dianggap sepele.

“Pemkot tak boleh tinggal diam, harus bergerak cepat dan serius. Hentikan aktifitas pembangunan dan turunkan tim investigasi seperti yang diungkapkan ketua dewan kemarin,” katanya.

Saeful menyatakan bahwa dalam sebuah pembangunan itu ada beberapa tahapan mulai perencanaan hingga pelaksanaan dan saat pengajuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) jelas site plan hingga kajian Analisis Menge ai Dampak Lingkungan (Amdal) dan Amdal Lalu Lintas.

“Kalau sekarang pondasi ambruk karena tidak kuat menahan beban air berarti hitungan dalam perencanaan kurang matang, bukan hanya menyalahkan faktor alam dan kenapa Izin bisa dikeluarkan. Proses keluarnya amdal pun mesti ditelusuri,” tegasnya.

Sebelumnya, perwakilan warga Sukajaya mengatakan bahwa pihaknya sudah bermusyawarah dan bersepakat bila seluruh kerusakan dan kerugian warga akan ditanggung pihak Mall Boxies Tajur.

Selain itu, warga juga meminta jaminan seluruh tanggul yang akan dibangun memenuhi standar agar masyarakat tak was-was. “Secepatnya harus dilakukan perbaikan karena warga khawatir akan terjadi longsor susulan, karena musim hujan sudah tiba. Ada juga dua titik lain diluar lokasi yang rawan ambruk sehingga harus segera diperbaiki,” tandasnya. (FK)