Jampang kulon, Pakuan pos – Pos KB merupakan suatu program nasional. Saat ini, berkat dari Bupati Sukabumi, pos KB kesejahteraannya meningkat, sehingga program-program itu harus lebih ditingkatkan di masyarakat. Terutama mengenai pasangan usia subur, karena tujuan dua anak cukup dengan perencanaan yang baik.

Demikian dikatakan Agus Sanusi selaku sekretaris dinas DKPKB. Menurut Agus, program KB banyak sekali, seperti adanya kampung KB untuk menekan angka kelahiran, dan program-program secara teknis.

“Ada juga program dari BKKBN 2125 artinya dalam pernikahan diharuskan usia wanitanya 21 tahun, dan laki-laki 25 tahun,” ujarnya.

Sementara itu, kasubag TAU UPTD dalduk wilayah Surade, Irma Yuniani memaparkan kegiatan pertemuan pos KB desa Se-wilayah 6 Jampang kulon itu dalam rangka pembinaan pos KB desa untuk mengoptimalkan dalam bekerja di lapangan.

“Terutama untuk mendukung program ‘bangga kencana’, atau pembangunan Keluarga kependudukan dan keluarga berencana, sehingga bisa meningkatkan kinerjanya di lapangan,” paparnya.

Adapun kegiatan ini di fokuskan di kecamatan Surade. Lanjut ia, karena melihat lokasi ini lebih mudah terjangkau dari semua kecamatan. Terutama dari Ciemas, ciracap, Cibitung, Jampang kulon, Cimanggu, dan kalibunder.

“Untuk kaitan dengan akseptor KB, ada peningkatan yang signifikan karena ada pos KB yang bekerja di lapangan,” ujarnya.

Kepala UPT pengendalian penduduk (dalduk) wilayah VI Jampang kulon, Tedi Jauhari menjelaskan diadakannya pertemuan hari ini, untuk pembinaan pada Institusi pengelola tingkat Desa, khususnya para Pos KB Desa, di wilayah 6 Jampangkulon.

“Ini adalah rutinitas yang di lakukan dalam rangka pembinaan Pos KB Desa, pada saat ini sudah mendapatkan perhatian yang sangat luar biasa dari Bupati Sukabumi,” jelasnya.

Masih kata Tedi, Dimana Pos KB Desa merupakan Garda terdepan dalam program Keluarga Berencana,
semua program yang ada di Desa harus di Komunikasikan dengan Pos KB Desa. “Artinya, Institusi yang merupakan kemitraan kerjasama antara PLKB dan Desa merupakan program-programnya seperti kelahiran bayi dan penyuluhan, pembinaan Intstitusi yang di bawah nya ada kelompok KB dan kader,” pungkasnya. (Deva/red)