Jakarta, Pakuan pos – Prihatin dengan perkembangan bangsa Indonesia yang seperti kapal besar yang hampir tenggelam dihantam ombak saat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75, 17 Agustus 2020, sejumlah tokoh di antaranya Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof. Din Syamsuddin, Ketua Yayasan Pendidikan Bung Karno Rachmawati Soekarnoputri, dan mantan Panglima TNI Jend. TNI (Purn) Gatot Nurmantyo akan mendeklarasikan berdirinya Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Deklarasi KAMI akan dilaksanakan pada Selasa, 18 Agustus 2020, pukul 10.00 WIB, di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat. Pelaksanaan deklarasi akan didahului dengan Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-75.

Sejumlah tokoh pendukung direncanakan akan hadir dalam acara tersebut antara lain Bachtiar Chamsyah (mantan Menteri Sosial), Prof. Rochmat Wahab (tokoh NU), Prof. Refly Harun (pakar hukum tata negara), Prof. Hafid Abbas (mantan Ketua Komnas HAM), Prof. Chusnul Mariyah (pakar politik), Prof. Antony Budiawan, Prof. Dr. Laode Kamaluddin, Ahmad Sobri Lubis (Ketua Umum FPI), Rocky Gerung, Said Didu, Habib Muhsin Alatas, MS. Ka’ban (mantan Menteri Kehutanan), Eko Suryo Santjojo, Edwin Sukowati, Dr. Ichsanudin Norsy, Marwan Batubara, Dr. Ahmad Yani, Ardhie M. Massardi, Dr. Syahganda Nainggolan, Moh. Jumhur Hidayat, Lieus Sungkharisma, Corneles Galanjinjinay (Ketua Umum GMKI), Neno Warisman, Marwan Batubara, Tamsil Linrung, dan masih banyak tokoh lainnya.
Selain di Jakarta, Deklarasi KAMI juga akan dilakukan serentak di beberapa derah di tanah air, di antaranya di Yogyakarta, Aceh, dan Padang.

Menurut Din Syamsuddin, dalam kesempatan Deklarasi KAMI itu juga akan disampaikan Maklumat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia.

“Maklumat ini merupakan pandangan KAMI terhadap berbagai masalah di tanah air. Di dalam maklumat ini juga disampaikan tuntutan KAMI kepada penyelenggara negara dan pemerintah,” jelas Din.

Selain dihadiri oleh para penggagas, deklarasi KAMI di Jakarta juga akan dihadiri oleh ribuan warga yang sudah menyampaikan minatnya untuk hadir di acara tersebut. Panitia juga mengundang pimpinan organisasi kemasyarakatan, dan perwakilan negara-negara sahabat di Jakarta.

Meski akan dihadiri oleh ribuan warga, panitia menegaskan acara Deklarasi KAMI akan dilaksanakan dengan mengikuti Protokol Kesehatan. Akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi setiap tamu yang hadir. Selain itu, panitia menyediakan fasilitas hand sanitizer, dan masker di pintu masuk Tugu Proklamasi.

Sebelumnya kehadiran KAMI yang dinyatakan sebagai gerakan moral ini sudah diperkenalkan ke masyarakat pada saat peluncuran di salah satu rumah makan, di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu, 2 Agustus 2020. Peluncuran ini mendapat sambutan hangat masyarakat, dan berita tentang kehadiran KAMI menjadi viral di media-media sosial pada saat itu. (A Toha)