Bandung, Pakuan pos – Sebagai pengejawantahan kedaulatan dan kemandirian ekonomi rakyat, Presidium Poros Nusantara yang merupakan Poros Indonesia kembali kepada jatidiri bangsa, tengah mempersiapkan fasilitas kios dan los gratis di Lucky Square Mall Bandung bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Penggagas dan salah seorang pendiri Presidium Poros Nusantara, Urip Haryanto yang akrab disapa Mas UHA mengatakan Presidium Poros Nusantara sebagai poros kemandirian berbasis budaya (local wisdom) mendorong UMKM Desa untuk masuk di area pasar modern.

“Berbasis pemanfaatan teknologi sesuai perkembangan zaman, Lucky Square Mall Bandung dipilih untuk menjadi pusat distribusi dan etalase UMKM berskala nasional dengan dukungan pangsa pasar online,” kata Mas UHA didampingi Susane Febriyati, SH Tokoh Aktivis Perempuan Bumi Pasundan, Senin (16/02/2021).

Mas UHA berharap UMKM di Pasar Modern Lucky Square Mall mampu menjangkau pangsa pasar dunia sehingga UMKM sebagai produsen mampu sekaligus menguasai jalur distribusi dari hulu ke hilir secara mandiri.

Pria kelahiran Tegal 9 Juli 1975 tersebut adalah salah seorang penggagas lahirnya Undang – Undang Desa dengan alokasi Dana Desa (DD) 10% dari APBN dan juga konseptor BUMDes saat UHA tergabung di Parade Nusantara.

Lucky Square Mall, Jl. Terusan Jakarta No.2, Babakan Surabaya, Kiaracondong, Kota Bandung.

Fasilitas kios dan los gratis di Lucky Square Mall Jl. Terusan Jakarta No.2, Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung, Jawa Barat merupakan Rumah Ekonomi Desa yang bebas biaya (gratis) sewa tempat selama enam bulan, hanya dikenakan service charge sebesar 65 ribu rupiah per meter untuk biaya kebersihan, keamanan, listrik dan air.

Hal itu dikemukakan oleh Susane Febriyati Soeriakartalegawa, SH salah seorang pendiri Poros Nusantara di kediamannya di Bandung.

“Para pelaku UMKM bisa melakukan pemesanan terlebih dahulu dan melakukan uang muka paling lambat 25 Februari, bila semua telah disepekati dapat langsung menempati,” ujarnya.

Program tersebut, imbuh Susane, merupakan solusi alternatif untuk meringankan para pelaku usaha atau showing product dapat disiasati dengan menggunakan ruangan oleh beberapa pelaku usaha.

“Sebagai contoh kebutuhan ruangan 3 meter kali 3 meter atau 9 meter persegi dikalikan 65 ribu rupiah sama dengan 585 ribu rupiah dalam satu ruangan dapat di isi oleh enam pelaku usaha dengan enam produk, jadi pembebanan pembiayaan dapat disiasati 585 ribu rupiah dibagi enam orang menjadi Rp 97.500 per bulan per orang,” jelasnya.

Untuk lebih lanjut para pelaku UMKM yang berminat bisa menghubungi narahubung Susane Febriyati (0819-3985-0567). ***

Press release