Peternak Budidaya Ikan Arwana di Sukabumi Optimis, Harga Tidak Mudah Anjlok

0
1808

Sukabumi, News Warta Publik – Budidaya ikan arwana ternyata memiliki prospek cerah. Meski Cara budidaya ikan arwana tergolong tidak mudah, tidak seperti ikan hias dan ikan konsumsi lain, namun harga jual ikan Arwana dinilai cukup stabil dan tidak mudah anjlok.

Dengan harga yang cukup atraktif tersebut, Arwana cocok dijadikan lahan investasi. Dengan umur hidup yang cukup panjang (35-40 tahun), memberi kesan ikan ini kekal/abadi.

Selain penampilannya yang menarik dan prestisius, Arwana dicari karena dipercaya sebagian orang bisa membawa keberuntungan dan bisa melindungi sang pemilik dari roh jahat dan nasib buruk. Orang yang memeliharanya untuk dibesarkan tidaklah rugi.

“Karena makin besar ikannya makin mahal harganya, jarang orang yang bosan memelihara dan memiliki Arwana,” tutur Dindin Ketua Kelompok Ikan Hias Gunung Endut saat ditemui di kolam budidaya ikan Arwana Kampung Sinagar RT14/05, Desa Gunung Endut, Kecamatan Kapalanunggal, Kabupaten Sukabumi, jumat (28/9/2018).

Dari pengalaman Dindin, ketersediaan indukan Arwana cukup sedikit, tidak seperti ikan konsumsi. Dalam setahun hanya 1-2 kali perkawinan. Jarang sekali yang bertelur sampai 3 kali setahun. Dari satu ekor indukan bisa menghasilkan 70-130 telur dengan 75% berhasil hidup untuk dipelihara.

“Pangsa pasar ikan Arwana sangatlah mudah Bahkan untuk pemenuhan ekspor seperti ke negara Cina dibutuhkan sebesar 15 ribu ekor per bulan,’ ujarnya.

Kelompoknya sudah 2 tahun mengelola ikan Arwana. Lanjut ia, dan hasilnya selalu memuaskan. Melalui agen kami Ikan Arwana Gunung Endut sudah di ekspor ke Singapura dan China. Ke depan, prospek masih sangat luas, karena di Kecamatan Kalapanunggal ini baru kami yang membudidayakan ikan asli Kalimantan ini.

“Mungkin di Kabupaten Sukabumi belum banyak yang membudidayakan jenis ikan ini,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskannya , budidaya ikan Arwana juga tidak terlampau sulit. Hanya memperhatikan air serta suhunya. Kendalanya itu hanya jamur. “Makanya, jangan sampai airnya bersuhu dibawah 25 derajat. Sedangkan pakannya hanya dengan katak atau ikan – ikan kecil,” jelasnya.

Sedangkan musim panen bagi ikan Arwana biasa terjadi di Bulan Desember hingga Juni tiap tahunnya. Dalam sebulan masa panen, bisa dilakukan 4 hingga 7 kali panen. Untuk tiap ekor indukan, bisa menghasilkan 70 hingga 130 bibit. Bibit inilah yang kita panen. Kemudian, setelah berusia 2 hingga 4 minggu, kita jual. Harga per ekornya mencapai Rp 20 – 26 ribu.

“Jenis arwana yang dikelola Kelompok Ikan Hias Gunung Endut ada 3 jenis yaitu Ikan Arwana Silver untuk konsumsi, ikan Arwana jenis Gold dan Red,” pungkasnya. [ Red ]

Reporter by Andy Djava
News Warta Publik