Nganjuk, Pakuan Pos – Musibah bencana tanah longsor yang terjadi pada 15 Pebuari lalu mengisahkan duka mendalam bagi warga Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dalam musibah tersebut, tercatat 2 warga meninggal dunia dan sedikitnya 16 warga terluka. Para korban tanah longsor yang sampai sekarang belum memiliki tempat tinggal tetap.

Peduli dengan kondisi warga Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kabupaten Nganjuk pasca tanah longsor Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Nganjuk dibawah komando Nophy Tennophero Suoth, SH, MH langsung datang menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket sembako pada Selasa ( 13/7/2021). Bantuan ini disalurkan melalui Bakti Sosial Kejaksaan Negeri Nganjuk sebagai rangkaian peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-61 dan Hari Ulang Tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) ke-21 Tahun 2021 dengan tema Berbakti Untuk Negeri.

Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari ) Nganjuk Nophy Tennophero Suoth, SH, MH didampingi Ketua IAD Daerah Nganjuk Ny. Juwita Suoth Kayana bersama tim menyambangi korban tanah longsor Dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk.

” Silaturahmi tersebut dilakukan oleh tim adhyaksa dalam rangka memberikan bantuan sosial berupa sembako sebanyak 55 paket kepada korban tanah longsor yang terjadi pada bulan Februari 2021 yang lalu,” ujar Kajari Nganjuk Nophy di konfirmasi, Selasa ( 13/7/2021) Rombongan disambut oleh Camat Ngetos Bambang Harianto Bersama dengan Kapolsek dan Danramil serta Kepala Desa Ngetos.

Paket sembako yang diberikan kepada warga korban longsor dan yang terdampak pemberlakuan PPKM Darurat akibat Pandemi Covid 19 tersebut berupa beras, minyak goreng, gula, mie dan telur.

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh 10 orang perwakilan korban tanah longsor tersebut, Kajari Nganjuk Nophy Tennophero Suoth, meminta kepada semua masyarakat untuk mendukung penerapan PPKM Darurat yang sedang berlangsung.

Alumni Diklat Kepemimpinan Tingkat III Tahun 2018 menyebut pemberian bantuan paket sembako dimaksud merupakan bentuk kepedulian dan peran serta insan adhyaksa kepada para korban tanah longsor yang sampai sekarang belum memiliki tempat tinggal tetap.

“Semoga dengan adanya bantuan sosial tersebut dapat meringankan beban korban tanah longsor,” tuturnya.

Selain itu, Kejaksaan Negeri Nganjuk juga membagikan paket sembako kepada panti asuhan, warga sekitar kantor dan warga masyarakat yang terdampak Covid-19 seperti mereka yang berprofesi sebagai tukang becak dan buruh tani.

Total paket sembako Yang dibagikan sebanyak 300 paket. Adapun pembagian paket sembako tersebut dilakukan oleh para Kasi dan pegawai dengan pembagian di 6 titik yang meliputi pemukiman lingkungan kantor Kejari Nganjuk, Kec. Bagor, Kec. Wilangan, Kec. Baron, Kec. Pace, Kec. LOceret, Kec. Warujayeng dan Kec. Prambon.
Kegiatan Bakti Sosial Kejari Nganjuk dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat, antara lain dengan menerapkan protokol 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan pakai sabun dan/atau hand sanitizer. ( Muzer )