Sukabumi, Pakuan Pos – Terjadinya pergeseran tanah yang di akibatkan oleh adanya pekerjaan cut and fill oleh proyek perumahan di kampung Gunung Guruh, mengakibatkan keretakan- keretakan bangunan di sekitar Lahan tersebut. Salah satunya menimpa Sekolah Dasar Negeri 4 Gunung Guruh, karena keberadaan bangunan SDN 4 Gunung Guruh tersebut hanya berjarak puluhan meter dari lokasi proyek perumahan.

Ketua komite SDN 4 Gunung Guruh, Asep Safari didampingi kepala sekolah nya Asep Sugandi, S.Pd memberikan pernyataan, dengan adanya kerusakan bangunan sekolah itu pihaknya telah berkoordinasi sekaligus melaporkan ke pihak Dinas terkait.

Dari hasil survei yang mereka lakukan, bahwa bangunan tersebut harus direlokasi atau dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Tapi, sampai saat ini belum ada Tanda-tandanya kapan pelaksanaan pemindahan bangunan sekolah SDN 4 ini dilaksanakan. Mengingat proses belajar anak- anak sudah mulai berjalan, apalagi akan memasuki tahap penerimaan murid- murid baru.

Ragam komentar dari masyarakat sekitar sekolah pun mulai bermunculan, apalagi yang murid-murid-Nya belajar di sekolah tersebut. Salah satu tokoh masyarakat, Lutfi Yahya yang juga merupakan Ketua DPC PWRI Kabupaten Sukabumi memberikan komentar. Menurutnya, terkait dengan kejadian ini, tidak bisa dibiarkan lebih lama, dan harus ada perhatian khusus dari pemerintah.

“Tanda-tanda nya akan terjadi musibah ini sudah mulai kelihatan, karena suatu saat bisa saja tanah tersebut mengalami pergeseran kembali,” Kata Lutfi Yahya. Sabtu, (9/7).

Yang akhirnya, lanjut Lutfi, akan lebih memperparah kondisi bangunan sekolah, serta akan mengancam keamanan siswa dengan gurunya. Karena letak bangunan itu di atas tanah yang labil.

“Secepatnya kami akan berkoordinasi dengan pihak Dinas terkait, kalau perlu menerbitkan surat konfirmasi, agar Dinas terkait memberikan perhatian yang serius sekolah ini,” Ujarnya.

Harapan yang sama juga terlontar dari masyarakat sekitar, agar secepatnya proses relokasi bangunan sekolah tersebut secepatnya di realisasikan, karena berkaitan dengan keamanan jiwa. (PR)