Sukaraja, Pakuan pos – pengelola Pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) Pelita ilmu yang berlokasi di kampung Gunung geulis RT 02/01 Bogor. Lulu, membantah adanya mark up Warga belajar (WB) yang ada di PKBM nya. Meskipun Jumlah WB lumayan banyak, namun menurutnya itu semua murni masyarakat yang mendaftar.

“Bagaimana mau di mark up, kalau ada data ganda saja maka akan tercoret merah, inikan jelas ada KTP sama Kartu keluarga (KK), jadi gak mungkin bisa di mark up,” ungkap Lulu. Rabu, (8/7/2020).

Saat ini, lanjutnya, warga yang terdaftar di PKBM yang dia kelola untuk paket A/setara SD ada 14 WB, untuk paket B/setara SMP ada 135 WB, dan Untuk Paket C/setara SMA ada 229 WB.

“Meskipun jumlah WB lumayan banyak, tapi tidak semua dicover oleh pemerintah, contohnya saja untuk WB yang usia diatas 21 tahun tidak dibiayai oleh pemerintah,” akunya.

Yang paling memprihatinkan, untuk menarik iuran swadaya dari WB sangatlah sulit, karena masyarakat sudah terpatri image kalau saja PKBM itu gratis.

“Taunya masyarakat kalau PKBM itu gratis, jadi sangat sulit kalau ada dana swadaya untuk menutup operasional PKBM,” jelas dia.

Menanggapi hal tersebut, Sofwan dari Komunitas Pepeling bidang pendidikan, sangat menyesalkan jika WB yang usia diatas 21 tidak dicover oleh biaya pemerintah.

“seharusnya bisa dibiayai, anggaran pendidikan saat ini cukup besar kalau saja memang ada jumlah WB yang banyak, itu harus dibuktikan apakah memang benar atau tidak,” tutup Sofwan. (Abdan)