Bogor, Pakuan pos – Pengamen bertato yang kerap beraksi di perempatan jalan dan tempat keramaian dikeluhkan penumpang angkutan kota (angkot) di Bogor.

Dalam aksinya, mereka memaksa untuk meminta uang dari penumpang, khususnya penumpang wanita. Para pengamen bertato itu juga tidak bernyanyi tapi hanya berteriak-teriak dengan iringan tepukan tangan.

Salah satu penumpang angkutan kota (angkot), Icha menjadi korban pemaksaan dari aksi mereka (pengamen anak punk-red).

“Pas naik angkot Cibedug mau ke Sukasari, tepat di jalan raya tajur naik sekelompok pengamen anak punk memaksa meminta uang,” kata Icha kepada wartawan. Senin, (20/4/2020)

Kejadiannya sekitar pukul 16.00 WIB sore. Sambung Icha, sewaktu masih ada penumpang yang lain mereka tidak berani, cuman pas tinggal dirinya sendiri mereka melancarkan aksi.

“Ini sudah tidak bisa dikatakan pengamen, ini kriminal karena meresahkan,” ujarnya.

Lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpul para pengamen bertato itu di simpang lampu merah Ciawi, jalan raya tajur, simpang lampu merah Gadog.

Para pengamen itu memanfaatkan antrean angkot untuk naik ke angkutan umum itu dan mengamen.

“Aksi mereka sudah sangat-sangat meresahkan, tolong petugas terkait untuk menertibkan mereka,” pintanya. (ADj)