Bogor, Pakuan pos – Warga penerima bansos terdampak pandemi corona di Desa Ciburuy, Cigombong Bogor mengeluh. Pasalnya, penyalur mewajibkan kepada penerima bantuan untuk memberikan sejumlah uang dengan alasan untuk membayar ongkos armada truk pengangkut bantua sembako.

Rahman (35) warga Desa Ciburuy, selaku penerima manfaat, mengaku mendapat pemberitahuan dari pengurus wilayah tempat tinggalnya, bahwa dirinya mendapat bantuan sembako senilai 200 ribu rupiah. Namun perugas itu menegaskan bahwa para penerima bantuan wajib memberikan uang sebesar 15 ribu rupiah, untuk membayar ongkos truk kontainer yang mengirim sembako bantuan.

“Saya dapat pemberitahuan bahwa pada hari ini desa ciburuy akan membagikan bansos berupa sembako seharga 200rb. Tapi para penerima diwajibkan setiap kknya bayar 15rb, katanya untuk bayar kontainer yang mengangkut sembako tersebut Sungguh memprihatinkan, desa ciburuy ga sanggup bayar ongkos kontainer”, imbuhnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait informasi tersebut, pemerintah Desa Ciburuy, melalui seorang staf yang juga masih family kepala desa, yang biasa disapa Ongcuy berdalih, bahwa bantuan itu bukan dari desa, tapi dari pihak ketiga.

“Eta sanes desa mang, sareng bantuan nana sanes di pemerintah, pa rw uya gaduh ling, kin ngobrol kadesa wae. Muhun eta dipasihan no pa rw uya, ku abdi td tos di saurkeun ka pa rw,.. ayeuna anjeuna aya di pode lapang tenis nuju nurunkeun barang na. Desa teu ngiringan sebab eta bantuan pa rw uya anu gaduh cenel”, kelahnya. (Benz)