Cijeruk, Pakuan Pos – Proyek Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Tahun Anggaran 2021 BKAD Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menetapkan ketentuan protokol kesehatan kepada para pekerjanya. Namun hal itu tidak ditaati oleh para pekerja akibat minimnya ketegasan dari penanggungjawab proyek.

Seperti terpampang pada banner dengan motto Pisew 2021 peduli Covid – 19, tertulis dengan jelas bahwa para pekerja diwajibkan kondisi sehat, mencuci tangan dengan sabun, pakai masker, hindari kontak pisik, hindari sentuh area wajah, jaga jarak 2 meter, bawa peralatan sendiri, dan bersihkan diri setiba di rumah.

Namun, berdasarkan pantauan awak media di lokasi kegiatan, tak satupun para pekerja yan mengenakan masker, tidak menghindari kontak pisik, serta tidak menjaga jarak masing – masing sejauh 2 meter. Kondisi ini membuktikan bahwa banner yang terpampang di lokasi hanya bersifat formalitas saja.

Selain itu, penggunaan bahan materialnyapun diduga menggunakan bahan material berkualitas rendah. Salah satunya menggunakan pasir merah. Serta pasangan batu kali atau batu belah tidak ditanam, melainkan hanya ditempelkan saja. Sehingga beresiko pada kualitas bangunan.

Sebagai informasi, Pisew merupakan program bantuan dari PUPR dengan jumlah dana BPM sebesar Rp. 600.000.000.

Dengan rincian :
– Pembangunan infrastruktur sebesar Rp. 585.000.000
– Biaya Adm dan Operasional sebesar Rp. 10.000.000
– Biaya pengadaan prokes sebesar Rp. 5.000.000

1. Pembangunan 2 TPT Desa Cipicung berukuran 35 meter dengan anggaran sebesar Rp. 288.250.815,22
2. Betonisasi jalan Desa Cipicung dengan volume panjang 125 meter x lebar 3 meter x tinggi 0,12 meter dengan anggaran sebesar Rp. 103.706.853,74
3. Hotmix jalan Desa Cibalung dengan volume panjang 550 meter x lebar 3 meter x tinggi 0,03 meter.

Sumber dana dari Pisew APBN dan dilaksanakan oleh Organisasi Kepengurusan BKAD Kecamatan Cijeruk yang diketuai oleh Oim Abdurrohim, sekretaris Winda Agustiani dan bendaharanya Muhamad Isro.

Ironisnya, ketika awak media berulangkali mendatangi lokasi proyek, pengurus BKAD Kecamatan Cijeruk selaku pelaksana program selalu tidak ada ditempat. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang bisa didapat dari pengelola program tersebut. (Tim)