Cigombong, Pakuan Pos – Pemerintah Desa Tugu Jaya dan Desa Srogol di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengadakan Sosialisasi dan pembekalan kepada kelompok kerja SDGs tahun anggaran 2021. Sosialisasi dan pembekalan pokja Sustainable Development Goals (SDGs) tahun anggaran 2021 ini diadakan di aula kantor dess, Sabtu (09/05/2021) dan Senin (10/05/2021).

Bimbingan teknis SDGs dihadiri para relawan, dengan narasumber dari pengawas Pendamping Lokal Desa (PLD) Kecamatan Cigombong. Dalam Sosialisasi dan pembekalan pokja SDGs tahun anggaran 2021 ini PLD menyampaikan pembahasan tentang materi pembekalan & sosialisasi serta tatacara pengisian pada aplikasi SDGs.

SDGs Desa adalah upaya terpadu mewujudkan desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, desa ekonomi tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa peduli lingkungan, desa peduli pendidikan, desa ramah perempuan, desa berjejaring, dan desa tanggap budaya untuk percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

“Pada hari ini kami menggelar pelatihan kepada para relawan tentang tatacara pengisian pada kolom – kolom aplikasi SDGs yaitu pada aplikasi khusus SDGs 1.8. Aplikasi ini tidak bisa dibuka oleh umum, selain oleh relawan yang sudah didaftarkan oleh pemerintah desa. Di desa kami ada 44 relawan yang usai pelatihan ini akan langsung melaksanakan tugasnya dalam melakukan pendataan kepada masyarakat. Kami targetkan pendataan akan selesai dalam satu bulan ke depan”, ujar Muhamad Rifqy Abdillah, Kades Tugu Jaya, Sabtu (09/05/2021).

Sementara itu, Kades Srogol, Asep Irwan Kuswara menjelaskan, SDGs Desa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2021.
Merujuk dari Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2021.

“Setidaknya ada 18 tujuan dan sasaran pembangunan melalui SDGs Desa tersebut, yaitu, desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera, pendidikan desa berkualitas, desa berkesetaraan gender, desa layak air bersih dan sanitasi, desa yang berenergi bersih dan terbarukan, pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa, Inovasi dan infrastruktur desa, desa tanpa kesenjangan, kawasan pemukiman desa berkelanjutan, konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan, Pengendalian dan perubahan iklim oleh desa, ekosistem laut desa, ekosistem daratan desa, desa damai dan berkeadilan, Kemitraan untuk pembangunan desa, kelembagaan desa dinamis dan budaya desa adaptif”, tandas Kades yang akrab disapa Kang Ucha itu, Senin (10/05/2021). (Raden)