Cigombong, Pakuan pos – Pembangunan menara komunikasi yang dilaksanakan di Desa Ciburayut tepatnya di perbatasan antara wilayah Kecamatan Cigombong dengan Kecamatan Cijeruk siduga tidak menerapan Standar Operasiomal Prosedur (SOP). Pasalnya saat dimintai keterangan, pelaksana pembangunan menara banyak tidak mengetahui berbagai hal terkait pekerjaan yang sedang dilaksanakannya.

Saat dijumpai awak media di lokasi, Selasa (24/02/2021) siang, Dodi yang mengaku sebagai pelaksana pembangunan menara, tidak bisa menjawab sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh awak media. Ketika ditanya menara itu akan difungsikan sebagai apa, dia mengaku tidak mengetahui. Dan ketika ditanya soal tehnis, aturan dan standard pekerjaan yang dilakukan para pekerja proyek, Dodi juga menjawab tidak mengetahuinya karena dia tidak dibekali materi apa – apa oleh atasanya.

“Saya gak tau tower ini untuk apa pak. Soalnya saya hanya menggantikan sementara rekan saya yang sedang kebandung. Dan saya tidak dibekali arahan atau bahan materi apapun oleh rekan saya tentang pelaksanaan pembangunan itu. Yang saya tau perusahaan yang punya tower ini dari PT Protelindo. Saya juga gak tau itu perusahaan apa”, ujar pria muda yang mengaku asal Pandeglang Banten itu.

Ironisnya lagi, saat dipertanyakan tentang SOP tentang standar keamanan untuk para pekerja seperti kelengkapan savety belt, helm proyek serta kelengkapan lainya, pria muda yang mengaku pelaksana proyek pembangunan menara itu kembali menjawab tidak tau.

“Saya gak tau pak”, imbuhnya.

Pernyataan pelaksana itu menimbulkan kekhawatiran dan penilaian dari publik terkait sejauhmana profesionalisme perusahaan penyedia jasa kontruksi yang melaksanakan pembangunan menara. Dan sejauhmana kepedulian perusahaan itu terhadap keselamatan para pekerjanya bahkan nyawanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan menara berkontruksi baja itu sudah mulai berdiri menjulang tinggi. Namun para pekerja tidak menggunakan alat alat pengaman. Padahal savety belt dan helm proyek di lokasi itu tersedia. Hal lain yang menjadi sorotan sejumlah pihak, yakni keberadaan bangunan menara yang berada sangat bedekatan dengan rumah warga.

“Yang saya tau menara komunikasi itu tidak boleh terlalu berdekatan dengan pemukiman warga karena kekhawatiran akan dampak radiasi dari perangkat itu. Bahkan soal dana koordinasi untuk berbagai lapiran masyarakat yang merupakan kewajiban perusahaan itu terkesan ditutupi oleh para oknum”, ungkap warga setempat yang identitasnya enggan dipublikasikan.

Warga berharap, aparat terkait segera turun ke lokasi untuk meninjau menyikapi kondisi yang terjadi di lokasi poyek pembangunan menara tersebut. (Tim)