Cigombong, Pakuan pos – Pembangunan rel double track (Dua jalur) mengharuskan membongkar dan membangun ulang jembatan di wilayah kecamatan Cigombong, agar kereta api bisa melewati dua jalur. Karena jembatan yang ada sudah tidak memadai dan terbilang kecil untuk pelebaran tersebut, Saat ini sedang dilaksanakan pembangunan.

Namun pembongkaran dan pembangunan jembatan tersebut sering menuai protes dari warga, terutama yang berdekatan dengan proyek itu. Banyak dampak yang ditimbulkan, diantaranya adalah getaran yang ditimbulkan oleh pemasangan tiang pancang, debu yang tebal akibat tanah galian dan lalu lalang kendaraan proyek serta banjir lumpur ke jalan umum akibat pengeboran.

Selain itu, sumur yang selama ini menjadi sumber air warga tidak bisa digunakan. Diduga kuat karena getaran yang tinggi, maka tanah menutup mata air, sebab lokasi sumur tersebut hanya berjarak sekitar puluhan meter saja.

Beberapa warga yang merasa dirugikan telah melaporkan ke pihak ketua RT 02/01 desa Cigombong. Sebelumya, warga RT 02/01 Ikin mengaku was – was dengan adanya getaran akibat pemasangan tiang pancang tersebut.

“Saya sampai kaget, dikira ada gempa tak tahunya getaran itu muncul dari pembangunan jembatan. Was – was sih ada, takut genting rumah pada bergeser dan menimbulkan keretakan pada dinding rumah,” jelasnya. Selasa, (3/3/2020)

Warga lain yang terdampak adalah, Agus, kesehariannya yang berjualan didekat lokasi proyek tersebut mengaku sangat terganggu dengan adanya debu yang dihasilkan akibat pekerjaan jembatan itu.

“Lihat saja debunya sampai tebal begini,seharuanya ada penanganan dari pemborong, disiram air atau bagaimana lah usaha yang ditempuh. Agar warga juga tidak merasa dirugikan,” keluh Agus.

Pihak ketua RT 02/01 Desa Cigombong. Acem, mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut yakni PT Panggu mas

“Getaran ini menurut pihak proyek karena operator alat berat yang kinerjanya dianggap tidak memuaskan, pihak perusahaan juga sudah meminta agar mengganti operator atau alat berat yang kini sedang mengerjakan pemasangan tiang pancang,” jelasnya.

Untuk permasalahan debu, ia sudah berkoordinasi pula agar secepatnya dilakukan penanganan. “kami sudah meminta pihak pemborong agar memperhatikan dampak yang ditimbulkan,” tutup Acem. (Abdan)