Ciawi, Pakuan pos – Pembangunan 2 gedung Rumah sakit umum daerah (RSUD) Ciawi yang menelan anggaran APBD Kabupaten Bogor puluhan Milyar rupiah itu layak disoroti. Saat ini Pekerjaan baru menyelesaikan tahap cut and fiil (perataan tanah) ribuan kubik tanah urug diangkut dan dikeluarkan dari lokasi pekerjaan menggunakan armada truk tronton baik yang dikerjakan oleh PT Herald Eranio Jaya (HEJ) ataupun oleh PT Putra Namggroe Aceh (PAJ).

Pelaksana dan penanggung jawab pekerjaan dari PT HEJ. Hidayat menyampaikan, Tanah hasil Cut and fill diangkut dan tidak diperjual belikan, bahkan pihak pelaksana mengeluarkan biaya untuk pengangkutan.

“Kami selaku pelaksana tidak menjual tanah urug itu, bahkan kami mengeluarkan biaya untuk pengangkutan,” tegas Hidayat. Senin, (3/8/2020).

Bukan hanya terkait pekerjaan Cut and fill, pemasangan papan proyek pun mengundang pertanyaan. Sebab di papan tersebut tidak dicantumkan Nomor kontrak dan tanggal dimulainya pekerjaan, hanya saja tertera waktu pelaksanaan selama 180 hari.

Menanggapi hal tersebut, lagi Hidayat memberikan sanggahan. Kalau saja yang membuat papan proyek lupa mencantumkan no kontrak dan awal dimulainya pekerjaan.

“Mungkin tertinggal pas naik cetak, Kalau saya tidak salah sampai 24 Desember. Tapi saya nggak pegang dokumen, takut salah kasih keterangan. Tapi itu valid 180 hari,” jelas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Direktur utama (Dirut) RSUD Ciawi dr Tsani mengatakan, 2 gedung yang sedang dibangun adalah untuk gedung MDG’s dan fungsinya nanti sebagai gedung pelayanan Infeksi, kemudian gedung yang kedua adalah Gedung Gizi yang digunakan untuk meningkatkan pelayanan gizi terhadap pasien sehingga dengan meningkatnya pelayanan gizi ini maka pasien yang ada di RSUD Ciawi akan lebih cepat penyembuhannya.

“Apalagi dizaman sekarang, kita tengah terkena wabah Covid. Diharapkan dengan adanya dua gedung tersebut, pasien akan cepat sembuh karena dengan meningkatnya pelayaman gizi,” terang dia. (Abdan)