Cijeruk, Pakuan pos – Proyek rehabilitasi fungsi jaringan irigasi di Kampung Babakan Jampang Pasir Pogor, Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk dibawah pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) senilai 722.255.000 rupiah yang dilaksanakan oleh PT Bintang Timur Bersinar dengan Konsultan PT. Massuka Pratama, diduga menggunakan bahan material alam di aliran sungai setempat, dengan cara eksploitasi liar.

Dugaan itu diperkuat oleh pernyataan Ahmad, salah satu pekerja asal Jasinga yang mengatakan bahwa sebagian besar bahan material terutama batu mengambil dari aliran sungai.

“Ya sebagian batu diambil dari galian sungai. Kebetulan banyak batu – batu besarnya. Kalo pasirnya susah, soalnya cuma sedikit. Jadi kalo pasir dikirim dari Cimangkok”, bebernya. Kamis, (22/10/2020).

Sementara di lokasi, material pasir yang tersedia tampak berwarna merah. Kualitasnya tampak menyerupai pasir yang selama ini dikelola masyarakat Cipelang di area pegunungan Pasir Pogor.

Anehnya, saat hendak dimintai keterangan, Andri yang diketahui selaku orang kepercayaan dari pelaksana, pekerjaan sulit ditemui. Padahal sebelumnya para pekerja dilokasi kegiatan mengatakan bahwa yang bersangkutan ada di lokasi.

“Tadi sih pak andri ada. Pas istirahat dia keatas dulu”, ujar pekerja yang identitasnya enggan dipublikasikan.

Pekerja lainya mengatakan jika Andri berada di Area bendungan. Namun ketika awak media mendatangi lokasi tersebut, menurut pekerja di bendungan Andri tidak ada dilokasi. (R. Bhenz)