Cicurug, Pakuan pos – Banjir bandang yang meluluhlantakan sebagian besar wilayah Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (21/9), masih menyisakan duka serta trauma mendalam bagi para korban. Kondisi ini memicu kepedulian sosial dari berbagai elemen masyarakat maupun komunitas. Salah satunya, dari Organisasi profesi Pers Sukabumi Ngahiji yang terjun langsung ke lokasi untuk memberikan bantuan moral dan material kepada para korban bencana, Sabtu (02/10). Kegiatan sosial itu dipimpin Iwan Sugiyanto selaku Ketua Umum PSN bersama jajaran pengurus serta anggotanya.

“Kami turut prihatin dengan musibah yang menimpa saudara – saudara kami di wilayah cibuntu dan sekitarnya. Sehingga kami berinisiatif menghimpun dana khususnya dari swadaya anggota untuk membantu para korban juga para relawan yang sejak bencana terjadi hingga kini terus berjibaku di lokasi. Pada hari ini langsung kami salurkan langsung ke dapur umum”, kata Iwan

Bantuan yang diberikan PSN, lanjut Iwan, dalam bentuk bahan kebutuhan pokok. Meski tidak banyak, semoga dapat menjadi manfaat bagi kami dalam meringankan beban para korban”, tandas Iwan.

Penanggungjawab Posko Bersama, Zahrullah, mengatakan bahwa relawan yang tergabung di poskonya terdiri dari Yayasan Sanggar Qur’an Gemilang, Relawan Khatulistiwa, Relawan Cakrawala dan relawan dari warga setempat.

“Jumlah relawan kami di posko ini sekitar tiga puluh lima orang. Posko relawan kami menyediakan pasokan makanan dan minuman serta penanganan pembangunan saluran drainase juga turap. Rata – rata dalam sehari kami memproduksi nasi bungkus sebanyak enam ratus bungkus. Jujur saja baru hari ini posko kami kedatangan organisasi media yang langsung memberikan bantuan untuk para korban bencana”, jelas Zarullah.

Seperti diketahui, bencana banjir bandang terjadi pada senin (21/9) sekitar pukul 15.00 wib saat hujan deras mengguyur. Pemicu bencana diduga akibat ulah oknum manusia yang melakukan pembalakan liar di atas Gunung Salak demi kepentingan pribadinya, tanpa mempertimbangkan Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) sebelum melaksanakan aktifitasnya. Dugaan itu diperkuat oleh fakta bahwa pusat longsoran terjadi di bahu gunung sekitar area Batu Tapak yang tampak jelas terlihat gundul tanpa pepohonan. Berdasarkan informasi, dampak bencana terparah berada di wilayah Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug. Selain memporak porandakan pemukiman dan sejumlah sarana infrastruktur, juga menimbulkan korban jiwa sebanyak tiga orang. Dampak lain bencana itu pun melanda wilayah Kampung Palalangon, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong dan sekitarnya. (Tim)