Bulukumba, Pakuan pos – Salah seorang anak yang bernama Muhammad Ibrahim tinggal di Bonto Masila Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan. Kini berbaring di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar setelah 1 bulan yang lalu mengidap kanker ginjal sehingga membuat tubuh dan perutnya mengembung.

Anak usia tiga tahun ini sebenarnya telah lama mengidap penyakit tersebut. Namun, keterbatasan biaya yang dimiliki oleh keluarganya membuat ia terlambat di rujuk dan di rawat di rumah sakit. Karena biayanya mencapai ratusan juta rupiah.

“Anak saya ini sakit sudah 1 bulan yang lalu, dan di ponis kangker ginjal oleh dokter. Sekarang di rawat di RS. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Biaya rumah sakitnya sekitar 120 juta. Alhamdulillah, biayanya di tanggung oleh A. Utta,” ujar Pak Riswan (Ayah dari Ibrahim) saat dihubungi wartawan Via Telepon, Jum’at (20/03/2020).

Perhatian salah satu Tokoh Bulukumba yaitu H. Andi Muchtar A Yusuf atau sering dikenal A. Utta kepada masyarakat yang mengalami musibah sangat besar, khususnya kepada keluarga Ibrahim yang kesulitan membayar biaya rumah sakit.

“Alhamdulillah, saya pernah membantu orang siapa saja baik di Sulawesi maupun di luar Sulawesi. Apalagi di daerah dimana saya dilahirkan dan dibesarkan. Ketika saya melihat orang yang harus dibantu, maka saya pasti bantu,” ungkapnya kepada wartawan saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp, Selasa (18/03/2020).

Chief Executive Officer (CEO) PT. Amaly Group pun menceritakan bahwa Ibrahim ini sudah pernah di rujuk ke RSUD Bulukumba, tapi kemudian di pulangkan kerumahnya. Setelah itu A. Utta mendapatkan informasi saat melintas bahwa ada anak yang sedang sakit.

“Saya kebetulan melintas dan di sampaikan kalau ada anak-anak yang sakit dan saya mampir melihat dan melihat, laku saya meminta untuk di bantu. Kalau masih bisa kita selamatkan saya selamatkan dan biaya saya,” lanjutnya.

Sebagaimana penuturan Riswan (Ayah dari Ibrahim) yang mengatakan bahwa biaya rumah sakit sekitar 120 juta. Namun, itu semua ditanggung oleh Andi Utta yang jelas pihak rumah sakit berusaha untuk menyelamatkannya.

“Semua biaya rumah sakit dari diagnosi dan tumulano ambulance sampai perawatan sejauh mana dokter bisa selamatkan saya biayai,” tegasnya.

Andi Utta berharap ketika ada gejala tumor di awal agar segera di bantu penanganan medis, semaksimal mungkin untuk di atasi sejak dini.

“Ketika ada gejala tumor sejak awal tolong segera di bantu penanganan medis dari awal, jangan setelah stadium 4. Tapi sejak dini harus ditangani, pasien (Ibrahim) sekarang di rujuk dan dirawat di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar,” harapnya. (M Akbar)