Panwaslu Mubar: Ini Faktor-faktor Pemicu Potensi Kerawanan Pemilu 2019

0
270

Muna Barat, News Warta Publik Panitia Pengawas (Panwas) Pemilu Kabupaten Muna Barat (Mubar), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), menyebut sejumlah hal yang akan memicu potensi kerawanan saat pemilu 2019 mendatang.

Anggota Panwaslu Mubar, Ishak mensinyalir potensi kerawanan itu, bukan saja dilakukan oleh parpol kontestan pemilu. Manuver kandidat juga dimungkinkan adanya potensi kerawanan pada pemilihan legislatif dan presiden 2019 nanti.

“Untuk mendapatkan suara, kandidat akan bekerja keras, baik itu dengan cara sehat maupun tidak sehat (tidak fair). Pendukung kandidat atau parpol punya ruang untuk melakukan pelanggaran pemilu. Pasalnya, pendukung parpol dan kandidat punya kepentingan untuk menyasar jabatan strategis di lembaga legislatif dan eksekutif,” jelas Ishak via whatsapp, Sabtu (01/09/18).

Menurut dia, karena dorongan kepentingan itu, para pihak yang terlibat dalam kontestasi pemilu memungkinkan untuk berbuat curang.

“Pejabat dan pegawai pemerintahan yang terlibat politik praktis akan menimbulkan potensi kerawanan. Diduga, pejabat yang bakal bermain politik, adalah mereka yang punya afiliasi dengan parpol atau kandidat. Penyelenggara pemilu juga punya cela ikut main, sehingga potensi kerawanan tersebut sulit dihindari,” imbuhnya.

Ishak mengatakan kontestasi politik yang diwarnai praktik tidak fair ini, dapat dilihat dalam bentuk tindakan yang mengandung daya rusak rendah, seperti pelanggaran jadwal kampanye dan pemasangan APK (alat peraga kampanye) di tempat-tempat yang dilarang.

“Daya rusak besar juga diperkirakan akan terjadi. Kondisi tersebut akan dipicu penyalahgunaan wewenang dan penggunaan fasilitas negara oleh pejabat dan pegawai pemerintah. Penerapan politik identitas serta manipulasi dana kampanye merupakan benih-benih munculnya kerawanan sosial,” katanya.

Sehingga, urai Ishak, dampak lain dari kompetisi tidak fair itu ialah adanya sengketa pemilu.

“Sengketa pemilu dimaksud akan terjadi antar peserta pemilu atau dilakukan oleh peserta pemilu dengan penyelenggara pemilu,” ujarnya. [ Red ]

 

Kontributor by La Ode Biku
News Warta Publik