Cijeruk, Pakuan pos – Aksi bungkam dan dugaan ketidak pedulian Aip sebagai Kades Palasari atas bencana longsor serta kondisi Rumah Tidak Layak yang terbengkalai kan di wilayah RT 3 RW 7 Desa Palasari memicu kekecewaan dikalangan warga setempat yang notabene sebagai pendukung Aip. Bahkan sikapnya itu sangat tidak mencerminkan seorang pemimpin yang basicnya berpengalaman di tingkat kabupaten.

“Kami sebagai pendukung pak aip saat pilkades jujur saja sangat kecewa dengan sikapnya yang terkesan masa bodoh dengan bencana yang terjadi di wilayah kami. Belum lagi soal rumah kang mumuh yang kondisinya sangat memprihatinkan, bisa dibilang sangat tidak layak huni tapi selama puluhan tahun tidak tersentuh bantuan. Ya setidaknya pak aip atau stafnya datanglah meninjau lokasi kami sebagai bukti bahwa kami diakui sebagai warganya. Karena kalau bicara bantuan dari pemerintah itu butuh waktu dan mekanisme yang baku”, imbuh Wak Kholil salah satu tokoh masyarakat setempat, Rabu (19/11/2020) sore

Sejak bencana terjadi dan ditemukannya satu unit rumah yang kondisinya sangat tidak layak huni di wilayah Desa Palasari, kades Aip sangat sulit untuk ditemui. Bahkan beberapa kali tim pakuanpos.com mendatangi kantor desa, staf desa mengatakan bahwa kades serta sekdes selalu tidak ada.

Menyikapi hal itu, Anwar Hs Ketua Lsm Garda Republik menilai bahwa sikap kepala Desa Palasari sangat tidak profesional dan bijak dalam memimpin masyarakatnya. Kemungkinan besar ada pemilahan perlakuan terhadap warga yang mendukung atau tidak kepadanya.

“Sikap kades palasari itu sangat memalukan. Harusnya sebagai publik figur aip harus bersikap adil kepada masyarakat baik masyarakat pendukungnya atau masyarakat yang tidak mendukungnya. Menurut kami sikap kades palasari ini harus disikapi tegas oleh tripika kecamatan. Kalau perlu kami akan melakukan aksi unjuk rasa besar – besaran atas pelecehan terhadap profesi rekan kami juga kami sebagai kontrolsosial”, tandasnya. (R. Bhenz)