Jakarta, Pakuan pos – Menyikapi terkait upaya penyuapan terhadap awak media yang dilakukan oleh oknum guru Di SDN Sindanglaya, Kampung Loji, Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong, Bogor, Jawa Barat, untuk menutupi tindakan pembohongan publik atas program Bos Afirmasi dan Kinerja yang diterima sekolah dasar tersebut, Hence Mandagi Ketua Dewan Pers Indonesia dengan tegas menyarankan agar awak media segera melakukan pelaporan ke aparat penegak hukum.

“Kalau itu benar silahkan lapor ke aparat hukum. Dan
Wartawan yang disuap harus membuat laporannya. Saya menyampaikan apresiasi terhadap wartawan yang mau mengungkap kasus penyaluran dana BOS dan tidak terpengaruh disuap”, tegas Mandagi, Tetap independen demi menegakan idealisme”, tegas Mandagi yang juga selaku Ketua umum Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI), Senin, (28/09).

Sementara itu, R. Andi Suwandi SY, Pimpinan Redaksi Java Media Grup mengatakan bahwa dalam permasalahan tersebut tim kerjanya sudah berulangkali mencoba membangun komunikasi secara persuasif dengan pihak yang bersangkutan. Namun tidak ada respon apapun untuk memberikan klarifikasi terkait permasalahan tersebut. Hingga akhirnya terpaksa pihaknya berkoordinasi dengan bagian legal hukum medianya untuk segera melakukan langkah hukum.

“Beberapa kali tim kami datang ke kantor eks UPT Pendidikan Cigombong untuk meminta hak jawab atas permasalahan tersebut. Kami sudah konfirmasi ke pihak sekolah tapi tidak satu orangpun yang bisa ditemui, k3s, pengawas, koryandik bahkan kepala dinaspun saat kami minta hak jawabnya, malah memilih bungkam. Kami menilai mereka telah melakukan pelecehan terhadap profesi kami serta menganggap permasalahan ini sebuah hal yang sepele”, ujar Andi.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, komite SDN Sindanglaya Cigombong diduga diperalat oleh oknum guru setempat. Pasalnya, saat awak media mempertanyakan terkait program bantuan Bos Afirmasi dan Kinerja tahun 2020 yang diterima SDN Sindanglaya, ketua komite sekolah itu mengaku tidak mengetahui adanya program bantuan yang bersumber dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun anggaran 2020 yang dikucurkan ke sekolahnya sebesar 60 juta rupiah.

“Saya hanya diperintahkan oleh ibu Sula salah satu guru di sekolah ini untuk membangun pagar. Katanya sekolah dapat bantuan covid dari pemerintah sebesar 15 juta. Karena setelah saya hitung dana segitu tidak cukup, maka saya minta ke sekolah untuk membuat proposal untuk meminta bantuan kepada donatur”, kata Mulyadi, ketua komite SDN Sindanglaya, Sabtu (19/09).

Setelah mendapat penjelasan tentang bantuan tersebut, sontak Mulyadi kaget dan merasa telah dibohongi oleh pihak sekolah. “Jujur saja saya baru tahu kalo ternyata sekolah kami mendapat bantuan sebesar itu. Karena pihak sekolah hanya menjelaskan bahwa sekolah kami mendapat bantuan covid sebesar 15 juta. Jelas kami merasa ditipu. Dan kami akan mempertanyakan hal itu kepada pihak sekolah”, imbuhnya.

Selang beberapa hari kemudian, pihak sekolah menghubungi awak media dan mengarahkan untuk menemui ketua komite SDN Sindanglaya. Saat awak media bertemu Ketua Komite, ketua komite menyerahkan sejumlah uang yang katanya titipan dari si oknum guru honor yang diduga telah melakukan pembohongan publik dan meminta kepada awak media agar permasalahan yang terjadi agar ditutup.

“Ini ada titipan dari ibu sula untuk rekan rekan media. Sebetulnya titipannya tiga ratus ribu, tapi karena dalam pengelolaan bantuan ini komite tidak mendapatkan apa – apa, yang seratus ribunya kami belikan rokok. Ibu Sula sudah mengakui kesalahanya atas informasi yang disampaikan kepada saya dan sudah meminta maaf. Pihak sekolah minta agar masalah ini ditutup dan jangan diperpanjang lagi”, pungkas Mulyadi. (Tim)