Cigombong, Pakuan Pos – Warung Gubuk Kopi caffe gemilang tak pernah sepi pembeli kelapa muda, warung yang menyajikan kelapa muda untuk menu minuman berbuka puasa. Beberapa hari terakhir kondisi cuaca di cigombong ciburuy lido cukup panas karna memasuki musim Kemarau, bertepatan dengan sedang dilaksanakannya ibadah suci Ramadhan, dimana para umat Islam melakukan puasa. Hal ini membuat masyarakat lebih banyak memilih menu minuman untuk berbuka puasa adalah kelapa muda.

Hal ini terbukti ketika Awak media berkunjung di salah satu tempat penjual kepala muda di perumahan gemilang lido ciburuy blok A1 No 1, Selasa (27/4/2021) penyaji Es kelapa dan kelapa muda Deny batok hercules mengatakan, kondisi yang mulai kemarau ini membuat pasokan stok kelapa muda berkurang karena banyaknya permintaan dari pembeli.

“Biasanya kami dipasok 1.000 buah tapi karena musim kemarau dan banyak peningkatan permintaan, jadi 300 buah kami dapat,” cerita Deny batok hercules asli jampang cikotok ini sembari menyiapkan pesanan para tamu yang akan berbuka puasa di tempatnya.

Deny batok Hercules yang berjualan kelapa muda bersama pemiliknya baru 1 bulan lebih mengaku, mendapatkan pasokan Kelapa Muda dari ujang alias toro, dari petani desa ciburuy. “Kalo dari luar daerah mahal, belum lagi ongkosnya,” ucap pemilik warung yang tak mau di sebutkan namanya.

Dia juga mengaku biasanya pembeli selalu ramai pada saat mendekati berbuka puasa. “Biasanya ini rame-ramenya dari Jam 4 sorelah sampe jam 7 malam, kalo dah rame engga sempat lagi ngobrol-ngobrol gini,” sebutnya.

Harga kelapa muda dari dagangan dibanderol dengan harga Rp 10 Ribu, dan selama bulan puasa ini permintaan akan kelapa muda jualannya selalu habis terjual. “Biasanya cepat habis, jadi kami bisa santai jualan kopi dan indomie setelah bedug magrib,” kata Deny batok.

Ketika membeli Kelapa muda, pembeli bisa dapat langsung meminum kelapa muda dari batoknya. “Tergantung permintaan jika pake es kita tambahi esnya langsung ke dalam batok kelapanya, terus gulanya juga bisa milih, mau pake gula merah atau biasa,” sebutnya. (Bon)